Koalisi Pejalan Kaki kecewa trotoar Tanah Abang dipakai PKL jualan
Merdeka.com - Para anggota dari Koalisi Pejalan Kaki menyambangi kawasan Tanah Abang pada Jumat (28/12) sore. Mereka datang sembari membawa tulisan berisi imbauan agar trotoar dikembalikan pada fungsinya untuk pejalan kaki, bukan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Setelah melihat kondisi trotoar di sisi kiri Jalan Jati Baru, mereka kecewa karena trotoar dipenuhi PKL dan menghalangi pejalan kaki. Kondisi itu jauh berbeda dengan sisi kanan atau trotoar dekat Stasiun Tanah Abang yang kondisinya lapang dan luas.
"Hari ini kita pengin tahu apakah trotoar sudah ditata. Ternyata yang kita jumpai di lapangan mengecewakan. Ternyata yang kelihatan kosmetiknya di stasiun. Di seberang, trotoarnya kok amburadul," kata pendiri Koalisi Pejalan Kaki, Antoni, Jumat (29/12).
Seharusnya kebijakan Pemprov DKI Jakarta tak hanya memfasilitasi PKL yang diberikan tempat di badan jalan. Tetapi pejalan kaki juga diperhatikan haknya.
Dulu, kata Antoni, banyak PKL di trotoar dan pemerintah menata mereka dengan memberikan tempat di dalam. Walaupun sekarang pedagang yang tak tertampung diberikan tenda di tengah jalan, tetapi itu menurutnya bukanlah solusi.
Menurut Antoni, yang diberikan tenda itu ialah pedagang skala menengah ke atas, bukan PKL. Akibatnya PKL tetap kembali menempati trotoar membuka lapak.
"Ini sebenarnya hanya memfasilitasi orang dalam saja. Ini pedagang menengah ke atas saja. Akhirnya pedagang kecil, PKL ngumpul di trotoar. Tempat sampah di sini juga enggak jelas," keluhnya.
Menurutnya kebijakan Anies-Sandi terhadap penataan Tanah Abang ini kurang tepat. "Ini sih asal kebijakan lain dari yang dulu (Ahok) saja deh," tuturnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya