Kisah Para Relawan Penjaga Masa Depan Ciliwung
Merdeka.com - Kondisi Sungai Ciliwung sangat memprihatinkan. Berawal dari keprihatinan itulah, sejumlah orang membuat komunitas yang diberi nama Komunitas Peduli Sungai Ciliwung.
Bermarkas di kolong jembatan perumahan Grand Depok City (GDC), komunitas ini berupaya menyelamatkan kondisi Sungai Ciliwung yang semakin rusak karena sampah, limbah hingga hunian di bantaran.
Komunitas ini dibentuk 2009 lalu. Dalam aksinya, mereka berusaha menyadarkan masyarakat Depok dan bantaran Sungai Ciliwung supaya tetap menjaga lingkungan dan ekosistem di sungai tersebut.
"Bahkan banyak sekali yang menyalahgunakan sungai ini. Banyak sampah termasuk sampah kontrasepsi," ujar Pay, salah satu anggota Komunitas Ciliwung Depok saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (7/2).
Agar kampanye aksi sampai ke sasaran, komunitas ini turut menggandeng sejumlah profesi. Seperti guru, dosen, masyarakat juga warga bantaran.
Pay menambahkan, sejak tahun 2013 lalu Pemkot Depok melalui Badan Lingkungan Hidup Pemerintah-nya juga membantu menyalurkan beberapa bantuan berupa pelataran peluran hingga perahu.
Keberadaan Komunitas Peduli Sungai Ciliwung disambut baik masyarakat sekitar. Setiap akhir pekan, diadakan gotong royong membersihkan sampah-sampah Ciliwung.
"Wah sangat bermanfaat, sungai di sini sudah mulai kelihatan bersih dan sampah-sampah sudah mulai berkurang," kata Reza, salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari Sungai Ciliwung yang mengaliri Depok.

Komunitas ini berharap bisa terus memberikan sumbangsih menjaga Ciliwung untuk anak cucu ke depan. Namun mereka berpesan masyarakat ikut bekerja sama menjaga lingkungan utamanya sungai dari sampah dan limbah.
"Karena semakin miris dan rusaknya bantaran Sungai Ciliwung, harapan kita para relawan agar masyarakat sekitar ikut terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang kita jalani, juga lebih peduli terhadap sungai dan lingkungan,” tutup Pay.

Reporter Magang: Habib Awwaluddin R
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya