Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kini Berjualan hingga Buang Sampah Sembarangan di Dukuh Atas Kena Denda Rp500 Ribu

Kini Berjualan hingga Buang Sampah Sembarangan di Dukuh Atas Kena Denda Rp500 Ribu Peraturan di Dukuh Atas. ©2022 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pengawasan khusus di taman Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan usai viral kehadiran remaja asal Citayam, Depok, Jawa Barat secara beramai-ramai.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, setidaknya terdapat enam tenda posko pengawas di sekitar kawasan Dukuh Atas.

Terdapat dua jenis tenda posko yang didirikan di kawasan itu, yakni POS Terpadu Satpol PP Kecamatan Tanah Abang dan Posko dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Masing-masing posko setidaknya diisi oleh lebih kurang sebanyak empat hingga lima orang petugas.

Selain itu, juga terdapat spanduk pengumuman ukuran sedang yang dipasang di kawasan Dukuh Atas itu. Spanduk itu memuat empat poin pengumuman yang berisi larangan.

Di antaranya larangan makan dan minum hingga larangan membuang sampah di area tersebut. Selain itu, pada poin tiga dan empat berisi larangan untuk berjualan dan parkir di area yang sama.

Spanduk pengumuman berisi larangan ini diketahui oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Polisi Pamong Praja dan Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tanah Abang. Bagi masyarakat yang terbukti melanggar maka akan dikenai denda.

"Sesuai Perda, No. 3 TH. 2013. Denda Rp 500.000," demikian bunyi pengumuman tersebut yang dikutip Liputan6.com, Kamis (14/7/2023).

Sampah Meningkat

Saat dikonfirmasi pada Udin salah satu petugas kebersihan, dia menyebut bahwa jumlah sampah yang ada memang lebih meningkat dibandingkan dengan sebelum viralnya fenomena 'Citayam Fashion Week.'

"Memang lebih banyak sampahnya, kayak botol minum plastik, macam-macam. Terus saya disini dibagi jadi sampai tiga shif dari jam 13.00 WIB sampai 21.00 WIB," kata dia.

Selain itu, akibat larangan ini, penjual kopi keliling atau biasa disebut "Starbak Keliling" (Starling) yang sebelumnya disebut ikut ketiban rezeki dari fenomena 'Citayam Fashion Week' juga tidak banyak kelihatan.

Pada pukul 16.19 WIB hanya terlihat tiga penjual kopi keliling yang nangkring di kawasan Dukuh Atas. Salah satu penjual kopi keliling yang menolak disebutkan namanya ini mengaku, saat ini tempat untuk berjualan dibatasi sebab adanya larangan yang diterapkan.

Sumber: Liputan6.com/Winda Nelfira

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP