Khofifah ingatkan Sandiaga soal potensi tumpang tindih program DKI dan pusat
Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan adanya potensi duplikasi data antara pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pernyataan tersebut disampaikan di kediamannya, Jalan Widya Chandra IV Nomor 18, Jakarta Selatan.
"Lalu kemungkinan duplikasi warga DKI yang satu dapat KJS (Kartu Jakarta Sehat) lalu masih juga KIS (Kartu Indonesia Sehat). Dapat KJP, masih juga dapat KIP. Nah overlap seperti inilah yang kita juga berusaha untuk mencari solusi bersama, kita rapikan bersama, kita lakukan pemadanan kembali supaya ketepatan sasaran dari seluruh program perlindungan sosial ini bisa makin efektif," katanya, Jumat (5/1).
Selain itu warga yang tidak teregistrasi, dia menambahkan, juga masih akan ditemukan. Bukan saja warga yang tidak punya KTP, tetapi bisa juga mereka yang belum mengupdate lagi identitasnya.
"Data yang disampaikan Pak Wagub unregistered people itu sangat mungkin kita temukan, bukan berarti mereka tidak punya KTP. Sangat mungkin mereka punya KTP tapi sudah tidak diupdate. Mereka tidak terdata sebagai warga DKI," ungkapnya.
Warga yang tidak teregistrasi merupakan salah satu bagian warga yang tak memiliki kepemilik kartu sakti untuk kesehatan dan pendidikan itu. Bahkan, Khofifah menilai, mereka juga mudah diintervensi perlindungan sosialnya. Sebab itu, Kementerian Sosial dan Pemprov DKI merasa penting melakukan penyisiran dan pemuktahiran data yang lebih baik lagi.
"Inilah pentingnya kita saling menyisir supaya prog perlindungan sosial sedapat mungkin makin disetarakan perlakuannya dengan mereka yang teregister dan mereka yang tidak teregistrasikan," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya