Jelang Pengumuman UMP DKI, Buru Demo di Balai Kota Harap Pj Gubernur Adil

Yusup pun menyinggung soal kenaikan UMP DKI 2023. Kala itu, Heru bisa menaikkan UMP sebesar 5,6 persen.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Jelang Pengumuman UMP DKI, Buru Demo di Balai Kota Harap Pj Gubernur Adil
Jelang Pengumuman UMP DKI, Buru Demo di Balai Kota Harap Pj Gubernur Adil (Merdeka.com)

Mereka membawa atribut dan mengibarkan bendera kelompoknya masing-masing.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejumlah kelompok buruh menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat menjelang pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 pada Selasa (21/11).

Mereka membawa atribut dan mengibarkan bendera kelompoknya masing-masing. 
Dok. Istimewa

Polisi juga telah berjaga untuk mengamankan aksi demonstrasi ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Yusup Suprapto mengatakan, demo ini bertujuan untuk mendorong Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menetapkan UMP 2024 naik menjadi Rp5,6 juta.


"Ini demo kita untuk memberikan support kepada Bapak Pj Gubernur kita, untuk menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2024. Apa bentuk support-nya? supaya beliau bisa menetapkan UMP itu yang berkeadilan, betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat buruh DKI Jakarta," kata Yusup kepada wartawan.

merdeka.com


Yusup pun menyinggung soal kenaikan UMP DKI 2023. Kala itu, Heru bisa menaikkan UMP sebesar 5,6 persen.

"Tahun lalu saja beliau berani menetapkan kenaikan nya itu 5,6 persen. Tahun lalu. Artinya kami berharap beliau bisa memberikan kenaikan yang pantas sebagaimana usulan dari serikat pekerja, serikat buruh, itu kenaikannya itu di angka UMP nya Rp5,6 juta, ya," ujar Yusup.
Sementara itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian rute karena adanya demonstrasi terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2024 di Balai Kota.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Wibowo mengatakan, terdapat dua rute yang mengalami penyesuaian. Dua rute tersebut adalag Pulogadung-Rawa Buaya (2A) dan PGC-Juanda (5C).

"Penyesuaian dilakukan agar tetap memobilitas masyarakat yang beraktivitas menggunakan rute-rute tersebut," kata Bowo dalam rilis resminya.

Adapun bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut. 
1. Pulogadung-Rawa Buaya (2A)
Arah Rawa Buaya:
Pulogadung normal sampai Senen – Kwitang – Gambir 1 – Istiqlal – Juanda – Pecenongan – Lampu merah Harmoni – Lurus – Halte Petojo – Normal sampai Rawa Buaya.

Halte yang tidak dilalui:
- Halte Monas
- Halte Balaikota

Arah Pulogadung:
Pulogadung via Pejambon – Kwitang dan seterusnya normal ke arah Pulogadung

Halte yang tidak dilalui:
- Halte Monas
- Halte Balaikota
- Halte Gambir 2
2. PGC – Juanda (5C)
Arah Juanda
PGC – Pal Putih – Kwitang p tugu Tani – Lurus – Gambir 1 – Istiqlal – Juanda.

Halte yang tidak dilewati:
- Halte Balaikota

Arah PGC
Juanda - Pecenongan - Keluar jalur - Belok kiri - Jl Veteran - erdeka utara - Monas - Putar balik di patung kuda - Monas – PGC.

Halte yang tidak dilewati:
- Halte Balaikota

"Transjakarta mengimbau pelanggan untuk bisa menyesuaikan pelayanan dan Transjakarta akan terus menginformasikan layanan Transjakarta terkini secara masif untuk diketahui masyarakat," ujar Bowo.

Rekomendasi