Janggal Pemenang Tender Proyek Stadion BMW

Senin, 9 September 2019 21:13 Reporter : Fikri Faqih
Janggal Pemenang Tender Proyek Stadion BMW Stadion BMW. ©2012 Merdeka.com/Handout/Tiyok Prastyoadi

Merdeka.com - PT Jakarta Propertindo telah menentukan pemenang tender proyek Stadion Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau biasa dikenal dengan Stadion BMW. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP memenangkan tender dengan nilai penawaran Rp4.085.552.000.000.

Untuk diketahui peserta tender pembangunan Stadion BMW hanya diikuti 2 peserta. Peserta kerja sama operasional (KSO) pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP. Sementara KSO kedua, PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.

Menariknya, KSO Wijaya Karya menang dengan nilai penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan KSO Adhi Karya. Dalam dokumen Pengumuman Peringkat Nomor: 006/KU5000/102/VII/2019 tertanggal 8 Agustus 2019 yang diterima merdeka.com, KSO Adhi Karya memberikan harga penawaran Rp3.782.969.000.000, atau lebih rendah Rp300 miliar dari KSO Wijaya Karya.

Dalam dokumen tersebut, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14 persen dan nilai harga 27,78 persen. Sementara KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17 persen dan nilai harga 15 persen.

©2019 Merdeka.com

Direktur Konstruksi JIS Jakpro Iwan Takwin menjelaskan, pihaknya mengutamakan kualitas dalam tender pembangunan Stadion BMW. Sehingga permasalahan harga menjadi penilaian kedua dalam pembangunan stadion terbesar terbesar di Jakarta.

Dia mengungkapkan, KSO Wijaya Karya menang lantaran memiliki desain yang mirip dengan yang diajukan pihaknya. Sehingga, permasalahan penawaran harga menjadi nomor dua.

"Kita itu tender basisnya kualitas. Kualitas spesifik bangunan dengan standar internasional. jadi kita memulai itu teknis dulu baru harga. Di kategori penilaian teknis itu, kategori item penilaian itu pendekatan desain konstruksi dan teknologi dan time schedule terkait dengan bagaimana dia mempercepat konstruksinya. Setelah itu baru masuk ke harga," kata Iwan kepada merdeka.com, Senin (9/9).

Dia menjelaskan, selama proses tender tidak ada keberatan atau menyangga hasil penilaian atas tender pembangunan Stadion BMW dari kedua KSO. Hanya ada surat aduan yang ditujukan kepada Direksi dan Komisaris PT Jakpro.

"Direksi PT Jakpro akhirnya memanggil panitia tender. Dan surat aduan tersebut sudah dijawab panitia tender. Kita pun tim proyek enggak bisa ikut ikut penilaian itu," ujarnya.

Iwan mengaku, tidak mengetahui secara detail apa yang bisa membuat KSO Wijaya Karya lebih unggul dibandingkan KSO Adhi Karya. Dia mengungkapkan, panitia seleksi mungkin menganggap metode kerja dan teknologi KSO Wijaya Karya lebih unggul dibandingkan KSO Adhi Karya.

"Jelas penilaian serta metode kerja dan tekonlogi mereka terapkan itu poin penting. Mereka bisa menghasilkan kinerja yang bagus dan itu disandingkan peserta tender lain. Kami pun dari ibaratnya penyelenggara tender itu tidak ikut penilaian dan duduk di situ," terangnya.

Selain Stadion BMW, dia menyebutkan, Wijaya Karya juga berhasil memenangkan tender pembangunan Taman Ismail Marzuki tahap pertama. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini