Ini solusi Djarot putus rantai tawuran di Manggarai

Minggu, 19 Maret 2017 15:02 Reporter : Rizky Andwika
Ini solusi Djarot putus rantai tawuran di Manggarai Bentrok Manggarai. ©2014 Elshinta twitter

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku tak sepakat dengan wacana pendirian pagar pembatas sebagai solusi mengatasi tawuran antara warga Tambak, Jakarta Pusat dan Manggarai, Jakarta Selatan. Djarot menegaskan, langkah itu merupakan solusi yang tidak tepat.

Djarot menyebut, setidaknya ada tiga poin yang dia dapatkan usai menemui warga setempat. Pertama, kata Djarot, warga meminta sarana sebagai mengisi waktu mereka untuk berkegiatan positif. Dari pada membangun pembatas, Djarot menyebut ada baiknya membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

"Dia minta tempat bermain, RPTRA, supaya bisa futsal, olahraga berkesenian. Jadi tidak bisa kasih tembok (pagar pembatas)" kata Djarot di Klender, Jakarta Timur, Minggu (19/3).

Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini menjelaskan, solusi lain yaitu dengan memberi sanksi tegas bagi para pelaku tawuran. Utamanya, bagi mereka yang pelajar dan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Jelas (KJP) langsung kita cabut. Kalau misalnya mereka sudah kerja di PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum), pegawai kita, langsung kita pecat," katanya.

Salah satu akar penyebab tawuran, kata Djarot, merupakan warga yang tak memiliki pekerjaan. Maka itu, Pemprov DKI berencana merekrut mereka menjadi pegawai harian lepas Pemprov DKI, seperti petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengan gaji Upah Minimum Regional (UMR).

"Mereka yang nganggur dididik, kita ada pelatihan-pelatihan, dan langsung kita tempatkan," kata Djarot.

Sebelumnya, Walikota Jakarta Pusat, Manggarai Pardede sudah mengusulkan rencana pembangunan pagar pembatas untuk mengatasi tawuran yang kerap terjadi antara warga Tambak, Jakarta Pusat dengan Manggarai, Jakarta Selatan. Usulan itu telah disampaikan pada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono.

"Seperti yang ada di Matraman," kata Manggarai di Kantor Balai Kota, Rabu (15/3).

Manggarai menjelaskan pagar itu berbentuk mirip separator. Pagar bakal dibangun dalam waktu dekat secara permanen mulai dari terowongan Manggarai sampai Jalan Tambak. "Pagar tidak bisa dipanjat dengan tingkat kerapatan yang bagus," katanya.

Warga Tambak dan warga Manggarai seringkali melakukan tawuran. Terakhir, tawuran pecah pada Minggu 5 Maret dan Senin 6 Maret 2017 lalu. Tawuran dalam dua hari itu menyebabkan dua pemuda tewas dan sejumlah orang luka-luka. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini