Ini Alasan Heru Budi Belum Pakai Baju Dinas saat Beri Arahan ke Kepala OPD
Merdeka.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan arahan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Walikota/Bupati, Camat, hingga Lurah se-Jakarta, Selasa (18/10).
Pada kesempatan ini, Heru Budi meminta maaf lantaran tak menggunakan baju dinas Gubernur. Heru berseloroh mengatakan bahwa baju dinasnya sudah jadi tapi warnanya berbeda.
"Sengaja hari ini saya bertemu dengan bapak-bapak sekalian. Yang pertama saya minta maaf saya pakaiannya masih batik Pak Sekda, karena belum jadi, begitu jadi warnanya lain," katanya di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).
Diketahui, Heru datang menggunakan baju batik berlengan panjang dengan warna dominan coklat. Heru berujar daripada mengenakan baju dinas dengan warna yang berbeda dia memilih memakai batik.
"Daripada dibully oleh Pak Lurah lebih baik saya masih pakai batik. Begitu tadi pagi saya lihat warnanya beda di kantor jadi saya tidak bisa menggunakan baju dinas," jelas Heru.
Lebih lanjut, Heru meminta seluruh jajaran Kepala OPD hingga Lurah se-Jakarta untuk mendengarkan dengan saksama arahan yang bakal disampaikannya.
"Mohon apa yang saya sampaikan tolong nanti dicatat. Kalau tidak ada yang punya catatan tolong disimpan di dalam pikiran masing-masing," ujar dia.
Heru menjelaskan bahwa arahan ini nantinya bakal diserahkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maria Qibtya.
Dia menyebut agar hasil arahan dapat dijadikan Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Kepala BKD, nanti hasil yang saya sampaikan ini, saya serahkan ke ibu menjadi KPI bagi bapak-bapak sekalian," tutupnya.
Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya