Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dishub DKI siapkan 12 kantong parkir sekitar kawasan bebas motor

Dishub DKI siapkan 12 kantong parkir sekitar kawasan bebas motor Dishub DKI akan lakukan rekayasa lalu lintas di Pasar Tanah Abang. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah tengah mematangkan rencana perluasan pelarangan kendaraan bermotor yang akan diuji coba pada September 2017 mendatang. Karena pelarangan motor yang hanya di Jalan Thamrin akan diperluas hingga Jalan Sudirman.

Sebagai kompensasi, Andri mengatakan, telah menyiapkan 12 kantong-kantong parkir di lokasi pembatasan. Di mana nantinya pengendara dapat beralih ke kendaraan umum usai memarkir kendaraan mereka.

"Kita sudah survei dapat 12 titik yang bisa dijadikan kantong parkir di sekitar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat," katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) Rencana Umum Pengendalian Pembatasan Sepeda Motor di Jabodetabek di Hotel Bidakara, Selasa (8/8).

12 kantong-kantong parkir tersebut antara lain di Menara BON, Gedung Jaya, Skyline Building, Gedung BI, Gedung Kosgoro, Plaza Permata, Gedung Oil, Wisma Nusantara, Grand Indonesia, dan IRTI Monas.

"Kantong-kantong parkir itu bisa menampung 9.724 mobil dan 6.528 motor. Kami sudah pendekatan menyiapkan kantong parkir," ujarnya.

Andri menambahkan, perluasan pelarangan kendaraan bermotor ini dimulai dari jalan Medan Merdeka Barat sampai dengan bundaran HI, nanti kita perluas dari bundaran HI sampai bundaran Senayan.

Mengenai wacana untuk jalan Rasuna Said, sambung Andri, itu tidak akan diberlakukan pelarangan kendaraan bermotor. Terkait waktu pembatasannya akan dimulai dari jam 06.00 sampai jam 23.00.

"Namun karena di Rasuna Said itu kalau tidak salah di perempatan itu ada pembangunan tuh (underpass) kita juga belum bisa, belum sampai ke sana. nah jadi kita baru sampai bundaran HI sampai ke bundaran senayan," terang Andri.

Maka dari itu tahap uji coba menjadi sangat penting untuk mengetahui efektif atau tidaknya rencana tersebut dalam mengurangi kemacetan dan membuat pengendara berahli ke kendaraan umum.

"Tapi kalau seumpama tidak efektif dan dampaknya terlalu luas, ya kita harus berani mengatakan tidak. Jadi kan semuanya itu harus dilakukan uji coba. Kalau belum uji coba kita tau dari mana?. Rencana saya uji coba dilakukan awal September, antara dua minggu sampai satu bulan," pungkas Andri.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP