Dinkes DKI: 90 Anak di Jakarta Kena Gagal Ginjal Akut
Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, terdapat 90 kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) yang ditemukan di Ibu Kota. Data ini dihimpun dari Januari 2022 sampai Senin (24/10).
“Data DKI Jakarta sampai 24 oktober tercatat terlaporkan sebanyak 90 kasus. Jadi angka 90 kasus ini bisa kita kumpulkan karena partisipasi aktif dari semua rumah sakit di DKI yang telah melakukan hospital record review sehingga datanya kita dapatkan," kata Widy dalam webinar bertajuk ‘Kewaspadaan dan Deteksi Dini Gangguan Ginjal Akut Atipikal pada Anak’ di Youtube Jakarta Public Policy Center BPSDM DKI Jakarta, Selasa (25/10).
Adapun data ini bertambah 8 anak dari sebelumnya pada Kamis (20/10) berjumlah 82 anak. Widy juga mengatakan, pihaknya telah mengkarantina obat-obat yang telah dilarang beredar sementara oleh BPOM.
"Kami saat ini sejak 18 Oktober melakukan pengamanan obat cair. Jadi tidak kita sita tapi kita karantina sementara di tempatnya masing-masing sampai nanti menunggu kepastian regulasi lebih final dari tingkat yang berkompeten atau berwenang," tambah Widy.
Lebih lanjut, Widy berharap bahwa kasus penyakit ini tidak terus bertambah ke depannya. "Jadi sekali lagi angka 90 di DKI itu semoga enggak bertambah. Kalau pun nambah karena keaktifan, proaktifnya teman sejawat melakukan langsung, telusuran di tempat kerja masing-masing dengan tujuan dapat gambaran lebih pasti bagaimana masalah sebenarnya di DKI," ujar Widy.
Data Gagal Ginjal Akut Nasional
Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal nasional menjadi 255 per 24 Oktober 2022. Angka ini bertambah 10 kasus dari data 23 Oktober 2022 sebanyak 245 kasus.
Juru Bicara Komunikasi Kemenkes M. Syahril mengungkapkan, terdapat 143 pasien yang meninggal atau angka kematian sebesar 56 persen. Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa kasus kematian tersebut merupakan kasus lama.
"Ini adalah kasus lama yang terlambat dilaporkan. Jadi bukan kasus baru ya," kata Syahril dalam konferensi pers, Selasa (25/10).
(mdk/tin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya