Cerita Ahok sebel dengan LSI saat Pilgub Bangka Belitung

Minggu, 21 Juli 2013 23:05 Reporter : Muhammad Sholeh
Cerita Ahok sebel dengan LSI saat Pilgub Bangka Belitung Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengapresiasi peluncuran buku 'Serdadu Jakarta Baru' yang dikeluarkan oleh Cyrus Network. Ahok mengaku dirinya membubuhkan tanda tangan, dan pesan di dalam buku tersebut.

"Saya tadi nulis dan tanda tangan hidup Hasan. Tanpa Hasan acara ini enggak pernah berlangsung. Saya harap network berjaya terus dan melahirkan Jokowi - Ahok di seluruh Indonesia," kata Ahok seraya disambut tepuk tangan auidien saat peluncuran buku 'Serdadu Jakarta baru' di Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (21/7).

Dalam sambutannya, Ahok menceritakan jika dia pernah memiliki pengalaman pahit dengan lembaga survei. Waktu dirinya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung.

"Saya sebel dengan Denny JA (pendiri Lingkaran Survei Indonesia), dia enggak berani quick count di Bangka Belitung. Yang pada waktu pemilihan dan penghitungan, tiba-tiba listrik mati dan suara saya kalah tipis. Padahal sebelumnya menang mutlak. Terus kita ke MA dan harus setor Rp 5 miliar, kita enggak mau, padahal dua minggu ditunggu," cerita Ahok .

Sehingga, pada waktu Pilkada DKI Jakarta yang lalu, Ahok menggandeng Cyrus Network sebagai konsultannya untuk memenangkan Pilkada DKI 2012. Yang mana di dalamnya berisi kumpulan orang-orang dan memiliki militansi yang tak diragukan.

Namun demikian, setelah Ahok menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, dirinya menegaskan tidak akan pernah memberikan secuil proyek pun terhadap relawan-relawannya.

"Pengalaman saya, tahun 2003 relawan saya enggak pernah minta proyek dan komunikasi. Setelah kami jadi, relawan banyak yang kecewa, karena minta Rp 5.000 pun enggak saya kasih, minta proyek pasti saya usir, hingga sekarang," jelas Ahok .

Sedangkan Direktur Cyrus Network Hasan Nasbi mengungkapkan peluncuran buku 'Serdadu Jakarta Baru' sebagai bentuk apresiasi, atas usaha para relawan Jakarta Baru mendukung pasangan Jokowi - Ahok pada pilkada DKI 2012. Hasan mengatakan para relawan Jakarta Baru adalah orang biasa, namun menjadi jenderal lapangan untuk Jakarta Baru.

"Mereka enggak masuk koran, TV, tapi perannya sangat penting. Tanpa orang-orang ini, Pak Ahok belum tentu jadi Wagub," kata Hasan.

Para relawan Jakarta Baru ini, Hasan menambahkan, mempunyai banyak cerita selama mendukung pasangan Jokowi - Ahok . Menurutnya pengalaman-pengalaman relawan selama Pilkada DKI 2012 telah dituangkan dalam buku tersebut.

"Ada yang datang berlumuran darah karena kecelakaan, tapi masih bela-belain datang untuk merapikan daftar relawannya. Ada yang salah azanin anak, anak orang diazanin. Ada yang putus cinta sementara karena mertua pendukung berat Foke ," tandasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini