Besok ribuan buruh tetap akan demo di depan Balai Kota
Merdeka.com - Meski Kepolisian menyarankan untuk berdemonstrasi di hari lain, buruh memastikan tetap turun ke jalan tanggal 2 Desember, bersamaan dengan aksi 'Bela Islam III' yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, buruh tidak akan bergabung dengan massa di Monas. Nantinya titik kumpul buruh di Balai Kota.
"Dari tempat pemberangkatan, buruh akan turun di Tugu Tani sekitar pukul 10.00 WIB. Dari Tugu Tani kemudian berjalan ke titik kumpul di Balai Kota," kata Iqbal dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (1/12).
Menurut Iqbal, massa buruh yang akan ikut demo berjumlah 50 ribu. Mereka berasal dari Jabodetabek, Karawang, Serang dan Purwakarta.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap aksi Bela Islam III yang dilakukan di dalam Monas, buruh akan melakukan orasi setelah salat Jumat. Dalam orasi ini, buruh akan menyampaikan tuntutannya, yakni Cabut PP 78/2015 serta menaikkan upah minimum tahun 2017 sebesar 15 hingga 20 persen.
Selain itu buruh juga meminta Kepolisian untuk memenjarakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok.
"Buruh menilai Ahok diduga melakukan berbagai pelanggaran, yakni dugaan korupsi, melanggar HAM karena malakukan penggusuran terhadap rakyat kecil, merusak lingkungan melalui proyek reklamasi, kebijakan upah murah, dan melakukan penistaan agama," tegasnya.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan, aksi serupa dilakukan di 15 provinsi, yang dipusatkan di kantor gubernur atau bupati atau wali kota masing-masing. Di antara provinsi yang akan melakukan aksi adalah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Hingga hari ini sudah mengonfirmasi 15 provinsi akan melakukan aksi, dari rencana semula 20 provinsi," pungkas Iqbal.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya