Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu Sandiaga, Sekda sebut target pendapatan DKI era Ahok meleset

Bertemu Sandiaga, Sekda sebut target pendapatan DKI era Ahok meleset Saefullah bertemu Sandiaga Uno. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mendatangi rumah Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Salaudin Uno, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saefullah bersama istri mengaku bersilaturahmi dengan politikus Partai Gerindra tersebut.

"Kita silaturahmi, Lebaran. Barang kali ada kesalahan. Tadi saya sudah minta maaf, ya alhamdulillah dimaafin gitu. Yang cuma sedikit aja soal sinkronisasi," ujarnya setelah usai melakukan pertemuan dengan Sandiaga Uno, Sabtu (8/7).

Dalam pertemuan tersebut, Saefullah mengatakan kedatanganya juga membahas terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah priode 2018-2022. "Bahwa kita kan sekarang lagi garap RPJMD 2018-2022. Ini sebetulnya garis besarnya sudh hampir finish. Tetapi kan kita perlu koreksi dari tim sinkronisasi," tuturnya.

"Dan nanti pada akhirnya keterbacaan naskah RPJMD kita ini juga oleh Pak Gubernur dan Pak Wagub, ini sudah oke belum ya," tambahnya.

Menurut Saefullah, pihaknya terus melakukan pembahasan dengan group discussion, untuk mematangkan RPJMD saat Anies-Sandi dilantik nanti.

"Pada akhirnya beliau koreksi dan beri masukan. Dan sekarang ini tahapannya kita lagi FGD terus terhadap persoalan-soalan yang sifatnya aktual, seksi dan menyita perhatian banyak dan untuk kepentingan masyarakat. Itu semua kita FGD kan supaya matang gitu." jelasnya.

Lebih jauh, Saefullah menegaskan jika dana RPJMD yang telah disusun nantinya harus dibelanjakan secara realistis. "Jadi tidak ada di langit ke tujuh ya. Harus membumi. Jadi apa yang kira-kira kita peroleh selama setahun itu, kemudian belanjanya seperti apa semuanya harus realistis itu aja," tuturnya.

Saefullah juga mencontohkan, melesetnya RPJMD yang disusun pada pemerintahan periode basuki Tjahaja Purnama (Ahok) , Saefullah mengatakan target pendapatan daerah sebesar Rp 120 triliun tidak mencapai target. "Kalau kita lihat RPJMD yang lalu itukan ketercapaiannya kurang atau meleset dari target. Misalnya dari segi pendapatan. Pendapatan di akhir tahun ini mestinya ada Rp 120 T, tapi yang kita dapatkan hanya Rp 76 T, kan masih jauh sekali. Karena ekspektasinya ketinggian," ungkapnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP