Atap JPO Sudirman Dicopot, Sandi Minta Masyarakat Tak Terpecah Belah
Merdeka.com - Pencopotan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) Sudirman oleh Pemprov DKI Jakarta menjadi sorotan. Pencopotan itu atas izin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menilai wajar hal tersebut menjadi polemik. Namun, dia mengingatkan supaya masyarakat tidak ribut karena kebijakan itu.
"Ini pasti ada yang pro ada yang kontra, saya ngajak juga jangan kita menggunakan satu kebijakan yang sudah di ambil ini untuk jadikan kita terpecah belah," kata Sandi di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).
Menurutnya, keputusan Pemprov melepas atap JPO sudah melihat keinginan masyarakat. Serta melihat respons dari data-data yang dikumpulkan Pemprov DKI lewat Citizen Mechanism Reporting (CMR).
"Mungkin ada keinginan dari sebagian masyarakat yang (ingin) terbuka, untuk lebih jadi Instagramable place, ada juga yang merasa panas atau hujan jadi ini yang harus ditampung, ujung-ujungnya pemerintah harus mendengar aspirasi masyarakat," tuturnya.
Tak Setuju dan Tidak Juga Menolak
Sandi tidak dalam posisi setuju atau tidak soal pencopotan atap JPO. Yang penting, dia mengimbau masyarakat tidak terpecah belah karena sikap pro dan kontra.
"Kita punya agenda luar biasa besarnya, baru selesai Pilpres, jangan masalah masalah di DKI malah jadi mempolarisasi lagi, jangan ini kubu Pak Anies, ini kubu anti Pak Anies," ujar eks cawapres Prabowo Subianto itu.
Sandi kemudian mencontohkan Prabowo yang sudah bersatu dengan rivalnya Joko Widodo. Dia ingin masyarakat mengikuti hal itu agar bisa kompak membangun negara.
"Pak Prabowo sudah bergabung dengan Pak Presiden Jokowi, kita punya waktu jeda lima tahun, kita jeda untuk siklus politik kita apalagi di nasional dan akar rumput kita gunakan untuk berkolaborasi membangun bangsa sama sama sehingga Indonesia bisa maju," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya