Anies Tantang Mendagri Buka Daftar Kepala Daerah Sering Kunker ke Luar Negeri

Senin, 22 Juli 2019 21:41 Reporter : Merdeka
Anies Tantang Mendagri Buka Daftar Kepala Daerah Sering Kunker ke Luar Negeri Anies Baswedan resmikan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tantang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dapat membeberkan data sejumlah kepala daerah yang sering melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Kalau menurut saya, buka saja daftarnya sehingga tidak disembunyikan. Saya bulan ini, misalnya tahun ini, kemarin ke Jepang karena U-20 itu rangkaian dengan G-20. Jadi setiap sebelum G-20, U-20," katanya di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/7).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mendukung bila Kemendagri membuat aturan terbuka mengenai aturan kunjungan ke luar negeri oleh kepala daerah. Dia mengaku selama ini terbuka mengenai kunjungan kerjanya.

Menurut Anies, kunjungan kerja ke luar negeri bentuk prestasi untuk Indonesia di mata internasional.

"Saya malah senang kalau ada peraturan terbuka dan diumumkan oleh Kemendagri karena dengan begitu saya bisa menunjukkan bedanya," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan penerbitan surat edaran tentang permohonan izin perjalanan dinas luar negeri disebabkan adanya kepala daerah yang pergi ke luar negeri tanpa meminta izin ke Kemendagri.

"Ada juga beberapa kepala daerah yang asal pergi, tidak mengajukan izin. Kan tidak enak, kami (Kemendagri) ditanya Bapak Presiden (Joko Widodo). Dan ini kan harus kontak dengan Kemenlu, dengan Setneg juga," kata Tjahjo di JCC Senayan, Senin (22/7/2019) seperti yang dikutip Antara.

Tjahjo menjelaskan dengan adanya SE tersebut bukan berarti kepala daerah tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Kepala daerah, wakil kepala daerah dan pimpinan anggota DPRD boleh berdinas ke luar negeri selama meminta dan mendapatkan izin dari Kemendagri.

"Mereka boleh ke luar negeri, tapi minimal prosesnya jelas, untuk apa, keperluan apa, undangan apa, anggarannya berapa, dan rombongannya tidak boleh lebih dari lima," tegasnya.

Terkait kepergian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama beberapa kali, Tjahjo mengatakan itu juga menjadi pertimbangan Kemendagri menerbitkan SE. Namun Tjahjo mengatakan ada yang lebih parah yakni ada gubernur yang hampir setiap pekan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini