Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Pastikan Banjir di Jakarta Terkendali

Anies Pastikan Banjir di Jakarta Terkendali Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan bersyukur ketinggian di pintu air Manggarai berangsur turun. Menurutnya, ketinggian air turun hingga 3 meter dalam kurun kurang 24 jam.

"Saat ini kalau lihat data terakhir jam 4 sore ketinggiannya 750 cm ini sudah jauh lebih rendah dari kemarin dimana mencapai angka 900 cm," katanya di lokasi, Kamis (2/1).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, ketinggian air sore ini diharapkan bisa terus mencapai titik normal, atau sekitar 6 meter.

"Jadi kemarin itu nambahnya 3 meter di Pintu Air Manggarai dan sekarang sudah kembali secara bertahap lebih rendah," ujarnya.

Anies meyakini bila kondisi cuaca terus terkendali maka volume air dari hulu bisa ditekan. Sehingga luapan air yang menjadi banjir di sejumlah wilayah DKI dapat segera surut.

"Volume air dari kawasan hulu sudah mulai berkurang tadi saya dari Kampung Pulo juga sudah mulai surut dan sekarang kondisi Jakarta sudah makin terkendali," tutupnya.

Menurut Anies turunnya volume air dibantu dengan ratusan pompa yang disiagakan pihaknya. Agar di tiap lokasi terdampak banjir bisa segera teratasi.

"Poma kita siapkan 478 pompa sekarang bekerja menarik air yaitu pompa stasioner dan smua bekerja dan fungsi, harapannya air bisa cepat surut," jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, dia mengatakan, Pemprov DKI akan membantu berjibaku untuk membersihkan sisa banjir secara masif. Selain kebersihan, Anies juga menyatakan akan terus mendorong kepada pihak terkait untuk kembali mengaliri listrik ke wilayah yang masih terdampak pemadaman.

"Lalu akan ada pembersihan masif, kemudian sebagian warga yang belum dapat aliran listrik yang jadi kebutuhan dasar menjadi kendala maka kami siapkan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, banjir yang menimpa beberapa kawasan tersebut menimbulkan kerusakan juga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Sampai saat ini data yang berhasil BNPB kumpulkan terdapat 16 orang meninggal akibat banjir dengan rincian DKI Jakarta 8, Kota Bekasi 1, Kota Depok 3, Kota Bogor 1, Kabupaten Bogor 1, Kota Tangerang 1 dan Tangerang Selatan 1," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (2/1).

Berikut beberapa nama orang meninggal dunia yang telah dihimpun BNPB :

Jakarta

1. M Ali (82), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)

2. Siti Hawa (72), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)

3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)

4. Sutarmi (73 th), TKP. RT 16/ RW 02, Kel. Batu Ampar, Kramat Jati, Jaktim (tersengat listrik)

5. Agus (19th), TKP. Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim (tenggelam)

6. Sanusi, TKP. Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim (masih dalam proses pencarian)

7. Arfiqo Alif (16) Jl. Kp. Irian Gg. 2 RT 12/06, Kel. Serdang, kec. Kemayoran, Jakarta Pusat (Kesetrum listrik)

8. Yuda Irawan (29 th), TKP. Jl. Inspeksi Kali Grogol RT 01/ RW 03, Kel. Palmerah, Kec. Pal Merah, Jakbar (tenggelam)

Kota Bekasi

1. Andika Pradika (14 th), TKP. Perum Bumi Bekasi Baru Blok V RT 002 / RW 030, Kel. Bojong, Kec. Rawa Lumbu, Bekasi (tenggelam saat bermain di selokan)

Kota Depok

1. Amelia Susanti (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)

2. Lusinah (68), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)

3. Nizam Saputra (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)

Kota Bogor

1. Kusmiyati (30 thn), Tanah Sereal, Kota Bogor (rumah korban tertimpa tanah longsor)

Kabupaten Bogor

1. Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor (korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).

Tangerang Kota

1. Jamilah (55th), TKP. Jl. Garuda RT. 02/ RW 06, Kel. Batu Jaya, Batu Ceper, Tangkot (tersengat listrik)

Tangerang Selatan

1. Teguh Taufik (36 th), TKP. Perumahan Ciputat Baru, Jl. Gelatik no.12 RT 07/ RW 08, Kel. Sawah, Kec. Ciputat Tangsel (tersengat listrik)

Hingga saat ini, BNPB masih terus melakukan pendataan dari berbagai sumber "Dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah," pungkasnya.

Reporter: M RadityoSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP