Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada Sekolah di Pemukiman Kolong Tol Angke, Begini Kata Pemkot Jakbar

Ada Sekolah di Pemukiman Kolong Tol Angke, Begini Kata Pemkot Jakbar Pemukiman Hingga Sekolah di Kolong Tol Jakarta Barat. ©2023 Merdeka.com/Rahmat Baihaqi

Merdeka.com - Adanya sebuah sekolah di dalam pemukiman kolong tol Angke, Jelambar, Jakarta Barat mendadak di media sosial. Pemerintah Kota Jakarta Barat telah melakukan pemanggilan kepada pemilik sekolah Pondok Domba untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kemarin kita sudah panggil, sudah kita undang untuk pihak sekolahnya. Dan sudah kita lakukan ngobrol-ngobrol enak," ujar Plt Kasudin Pendidikan Jakarta Barat I, Junaedi saat dihubungi wartawan, Kamis (22/6).

Dalam pemanggilan tersebut, Junaedi menjelaskan dalam pertemuan itu telah melakukan pendataan terhadap seluruh siswa. Tercatat sebanyak 70 siswa yang tergabung mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Setelahnya, para relawan tenaga pengajar juga dilakukan pendataan. Junaedi juga membicarakan nasib ke depan tenaga pengajar relawan sekolah itu.

"Kalau bicara bakal dipindah atau bagaimana tentu itu bukan urusan Sudin Pendidikan ya, tapi ketika itu ada sebuah kebijakan dipindahkan kami akan ikut serta melakukan atensi kepada mereka," ucap Junaedi.

"Apa atensinya? Tentu kita arahkan jangan sampai ada anak-anak kita di sana walaupun itu adalah anak-anak sekolah yang tidak berizin, mereka harus kita beri perhatian," sambungnya.

Pemkot Jakbar Telah Lakukan Pendataan Terhadap Warga Pemukiman

Usia viralnya ada pemukiman ilegal bertempat di kolong Tol Angke, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat. Pihak kelurahan langsung melakukan pendataan pada ratusan warga tersebut yang ternyata didominasi oleh warga ber-KTP DKI Jakarta.

"Sejauh ini kita baru melakukan pendataan aja terhadap warga. Data terakhir ada 83 KK yang tinggal di sana," ungkap Lurah Jelambar, Danur Sasono saat dihubungi, Kamis (22/6).

"Ada 52 KK di antaranya warga DKI di antaranya," sambungnya.

Dari 52 KK warga DKI yang telah disebutkan di antaranya, warga dari wilayah Jelambar Baru, Angke, Jembatan Besi , Kalideres, dan Tambora. Dari sekian puluhan KK yang tersebar itu, bertempat tidak jauh dari pemukiman ilegal yang ada di kolong tol.

Selain itu, Danur mengatakan 31 di antaranya mereka adalah warga pendatang yang berasal dari berbagai daerah. Mereka berasal dari Ciamis, Tegal, Tangerang banten, Sukabumi.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP