Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta

Gedung berisi ribuan buku ini tak hanya cocok sebagai tempat bertukar ilmu pengetahuan, tetapi juga seru untuk jadi spot nongkrong.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, gedung Perpustakaan Nasional bisa menjadi oase untuk menenangkan diri sejenak. Pasalnya, gedung yang berisi ribuan buku ini tak hanya sebagai tempat untuk bertukar ilmu pengetahuan semata.

Di sini, pengunjung belajar dengan tenang, berdiskusi secara nyaman dan menyaksikan kecanggihan ruang multimedia yang melahirkan kreativitas.

Gedung Perpustakaan Nasional cocok menjadi alternatif tempat nongkrong yang asyik di jantung ibu kota.

Salah satu daya tarik di sana adalah bagian rooftopnya yang berada di lantai 24. Pemandangan seisi kota sampai langit Jakarta bisa terlihat dengan jelas dari sini. Penasaran dengan ragam fasilitasnya? Berikut informasi selengkapnya.

Foto: Perpusnas RI

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta
Berada di Pusat Ibu Kota

Berada di Pusat Ibu Kota

Mengutip laman resmi Perpustakaan Nasional, gedung Perpusnas sendiri berada di Jalan Medan Merdeka Selatan nomor 11, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dari pintu masuk yang berbentuk gerbang, pengunjung langsung disambut dengan aroma kertas yang khas dan aura ketenangan yang mengalir begitu saja di antara rak-rak buku yang menjulang tinggi.

Karena keberadaannya yang strategis, pengunjung bisa menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari Bus Transjakarta rute 5 M dan 1 R, lalu KRL dengan jurusan Stasiun Gondangdia dan ojek online.

Membaca Koleksi Buku Klasik

Di sini, para pembaca dapat menemukan segala jenis bahan bacaan. Adalah rak buku klasik yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Perpustakaan Nasional. Rak ini berisi informasi seputar sejarah keindonesiaan, kebudayaan, dunia sampai karya sastra.

Koleksi sejarah di antaranya berjajar rapi buku berjudul “Koleksi Wayang Purwa”, ”Citraloka Sukadana”, ”Ensiklopedia Penemuan Dunia” sampai “Sejarah Kedaerah Indonesia”. 

Dalam buku sejarah batik misalnya, dijelaskan bahwa batik merupakan karya seni yang lahir di Indonesia. Walau sempat diakui oleh negara tetangga, tetapi literatur sejarah mengatakan bahwa batik lahir dari kebiasaan melukis orang nusantara yang kemudian dituangkan ke selembar kain.

Buku ini juga menjelaskan tentang seluk beluk batik dari proses produksi, motif khas nusantara sampai sisi kontemporer yang mampu menembus dunia.

Ada Ruang Baca dengan Beanbag

Ada Ruang Baca dengan Beanbag

Gedung Perpustakaan Nasional juga dirancang untuk nyaman dikunjungi dengan berbagai jenis ruang baca.

Dalam laman resminya juga ditampilkan ruang baca yang fleksibel, mulai dari duduk di atas kursi dan meja, bangku sampai lesehan berbeanbag atau bantal besar.

Titik ini menjadi area yang nyaman untuk menyerap berbagai informasi dari buku-buku yang menjadi koleksi di sana. Ruang baca juga didesain secara nyaman, dengan kamera pengawas, ruang pemisah sampai pendingin udara agar membantu pengunjung menyerap ilmu-ilmu yang tersedia.

Setiap hari, puluhan sampai ratusan pengunjung memadati Gedung Perpustakaan Nasional untuk mencari buku lawas, referensi jurnal sampai menyelesaikan tugas maupun skripsi.

Setiap hari, puluhan sampai ratusan pengunjung memadati Gedung Perpustakaan Nasional untuk mencari buku lawas, referensi jurnal sampai menyelesaikan tugas maupun skripsi.

Terdapat Ruang Pameran

Terdapat Ruang Pameran

Di sana juga terdapat ruang pameran dari tokoh terkenal, buku lawas sampai kebudayaan daerah. Beberapa tokoh di antaranya Tan Malaka, Bondan Winarno, Joko Widodo dan lainnya.

Kemudian terdapat benda antik lainnya, berupa arsip lawas sampai manuskrip zaman kerajaan.
Kemudian ada juga lukisan juga miniatur kapal khas nusantara.

Ini merupakan cara Perpusnas untuk menghadirkan kembali narasi lawas yang mungkin belum banyak diketahui.

Ada Kantin yang Super Bersih sampai Musala

Di Perpustakaan Nasional tak perlu khawatir kelaparan, karena pengelola menyediakan kantin dengan berbagai menu makanan sampai minuman di lantai 4.

Untuk makanan terdapat di antaranya ayam geprek, mi ayam, bakso, nasi goreng, gado-gado dan lain-lain. Ada juga makanan ringan berupa lumpia, gorengan sampai minuman jus, teh dan kopi.

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta

Tenant-tenant yang disediakan juga selalu menjaga kebersihan dan higienisitas makanannya, dengan cita rasa yang turut diutamakan. Mencuci tangan bisa di toilet maupun wastafel yang tersedia.

Menyaksikan Film Gratis

Bagi yang ingin mencari suasana berbeda, tak ada salahnya untuk mencoba menonton film gratis setiap akhir pekan. Beberapa film yang saat ini di tayangkan per tanggal 5 Maret 2024 adalah “Ayah Mengapa Aku Berbeda” lalu film internasional “Haeundae” pada 7 Maret mendatang.

Dalam akun Instagram @perpusnas.go.id, kedua film ini bisa disaksikan secara gratis di ruang audio visual Gedung Perpustakaan Nasional lantai 8.

Namun pengunjung diarahkan untuk registrasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp yang tersedia di unggahan akun tersebut. Untuk pilihan jamnya pukul 10:00 WIB dan pukul 13:00 WIB.

Menyaksikan Langit Jakarta di Rooftop

Menyaksikan Langit Jakarta di Rooftop

Sisi menarik lainnya dari Gedung Perpustakaan Nasional adalah bisa menyaksikan keindahan langit Jakarta. Lokasinya terdapat persis di lantai paling atas yakni 24.

Mengutip majalah digital Pemprov DKI Jakarta, di lantai paling atas tersebut terdapat dua jenis ruangan indoor dan outdoor. Di indoor, terdapat kursi dan meja yang menghadap langsung ke luar bangunan. Sementara outdoor, viewnya langsung ke jalanan Jakarta Pusat, dengan objek utamanya adalah ikon Monumen Nasional atau Monas.

Yuk Nongkrong di Gedung Perpusnas, Ada Rooftop yang Bisa Lihat Langit Jakarta

Untuk rooftop ini dibuka untuk umum dan gratis selama jam operasional dari gedung Perpustakaan Nasional.

Dikelilingi Gedung Bertingkat, Begini Kisah Gedung Candra Naya di Pecinan Jakarta Barat yang Legendaris Sejak 1807
Dikelilingi Gedung Bertingkat, Begini Kisah Gedung Candra Naya di Pecinan Jakarta Barat yang Legendaris Sejak 1807

Dikelilingi gedung pencakar langit, rumah Candra Naya di Jakarta Barat ini punya kisah unik.

Baca Selengkapnya
Pernah Lihat Atap Gedung Bertuliskan Allah di Jalan Simatupang Jaksel? Ternyata ini Isi di Dalamnya
Pernah Lihat Atap Gedung Bertuliskan Allah di Jalan Simatupang Jaksel? Ternyata ini Isi di Dalamnya

Potret isi dari puncak gedung menara 165 yang sangat ikonik di Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya
Bukan Hanya Sekedar Aksesoris, Ini Makna Omprog Mahkota Penari Gandrung Banyuwangi
Bukan Hanya Sekedar Aksesoris, Ini Makna Omprog Mahkota Penari Gandrung Banyuwangi

Tak hanya sekedar hiasan belaka, mahkota penari Gandrung Banyuwangi ini penuh filosofi.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jadi Titik Nol Selatan Sumatra, Ini Fakta Menarik Menara Siger Kebanggaan Warga Lampung
Jadi Titik Nol Selatan Sumatra, Ini Fakta Menarik Menara Siger Kebanggaan Warga Lampung

Bangunan yang terlihat jelas dari Pelabuhan Bakauheni ini menjadi ikon kota Lampung.

Baca Selengkapnya
Gedung LBH Jakarta Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik
Gedung LBH Jakarta Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik

Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik yang akhirnya membakar ruang di lantai dua gedung LBH Jakarta.

Baca Selengkapnya
Terima Dukungan dari Nelayan, Prabowo Cerita Pernah Berenang ke Nusakambangan
Terima Dukungan dari Nelayan, Prabowo Cerita Pernah Berenang ke Nusakambangan

Mantan Danjen Kopassus ini lalu cerita bahwa dulu sering mengunjungi Nusakambangan.

Baca Selengkapnya
Potret Terkini Gedung CTN Lamongan, Dulu Bangunan Megah Kini Terkesan Kumuh dan Terbengkalai
Potret Terkini Gedung CTN Lamongan, Dulu Bangunan Megah Kini Terkesan Kumuh dan Terbengkalai

Gedung ini saksi bisu pendudukan Belanda di Babat, Lamongan

Baca Selengkapnya
Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri
Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri

Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri

Baca Selengkapnya
Menikmati Jernihnya Sungai di Curug Cibaliung, Punya Cerita Urban Soal Kapak yang Hilang
Menikmati Jernihnya Sungai di Curug Cibaliung, Punya Cerita Urban Soal Kapak yang Hilang

Ada banyak hal menarik di Curug Cibaliung, mulai dari airnya yang jernih hingga kisah urban di sana.

Baca Selengkapnya