Wisata Kota Tua yang Menarik dan Penuh Sejarah, Jangan Sampai Terlewat
Merdeka.com - Jakarta bisa menjadi destinasi pilihan saat Anda sedang berlibur. Ibu kota Indonesia ini juga tak kalah dengan kota-kota wisata lain dalam menyajikan tempat wisata. Sebut saja Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Dufan, hingga Ancol.
Tapi selain tempat-tempat wisata tersebut, Jakarta juga memiliki wisata sejarah dalam bentuk Kota Tua. Destinasi wisata yang tersimpan di Jakarta ini juga menjadi salah satu ikon kota yang penuh dengan sejarah.
Wilayah ini dulunya merupakan pusat perdagangan yang sangat strategis di Asia. Jadi jangan heran jika kawasan Kota Tua sering diperebutkan, mulai dari zaman Kerajaan Padjajaran, VOC, hingga masa kekuasaan Jepang.
Dengan riwayat masa lalu yang penuh dengan kisah ini, wisata Kota Tua juga turut dipenuhi dengan rekam jejak sejarah dalam bentuk museum dan bangunan bersejarah. Bagi Anda pencinta sejarah, wisata Kota Tua merupakan destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Berikut ini, kami akan sampaikan apa saja wisata Kota Tua yang bisa Anda jelajahi, dilansir dari liputan6.com.
Museum Bank Indonesia
Wisata Kota Tua yang pertama adalah Museum Bank Indonesia. Bangunan museum ini sudah berdiri sejak tahun 1828, dan merupakan peninggalan Belanda, tepatnya dari De Javasche Bank. Bangunannya memiliki gaya khas kolonial Belanda yang megah dan menarik.
Di tempat wisata ini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi tentang kisah perkembangan perbankan di Indonesia, bahkan saat sebelum kekuasaan Belanda dan Jepang. Anda bisa berkeliling dan menikmati potret sejarah tentang bank di museum ini.
Museum Fatahillah

©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
Wisata Kota Tua yang kedua yaitu Museum Fatahillah. Menjadi ikon dari Kota Tua sekaligus daya tarik di kawasan tersebut, Museum Fatahillah adalah bangunan yang tak boleh Anda lewatkan. Bangunan ini sering dijadikan sebagai latar belakang oleh orang-orang yang berfoto di Kota Tua.
Sempat disebut sebagai Museum Batavia saat zaman penjajahan VOC, tempat wisata utama di Kota Tua ini merupakan saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan.
Dulunya, bangunan museum ini dijadikan sebagai gedung balai kota sekaligus ruang pengadilan, bahkan terdapat penjara bawah tanahnya. Jadi jangan heran jika masih banyak barang-barang peninggalan Belanda yang tersimpan di dalam museum.
Museum Wayang

©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
Wisata Kota Tua yang ketiga yakni Museum Wayang. Sesuai dengan namanya, Museum Wayang menampilkan berbagai koleksi wayang, yang tak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi juga wayang dari negara lain. Ya, di museum ini Anda akan disuguhi dengan koleksi budaya negara lain dalam bentuk wayang dari negara seperti Thailand, Tiongkok, Kamboja, serta Suriname.
Selain itu, Anda juga bisa menyaksikan gelaran wayang yang diadakan tiap bulan di tempat wisata Kota Tua ini. Museum ini telah berdiri sejak tahun 1640. Jika Anda tertarik dengan wayang, maka tempat ini layak Anda kunjungi.
Museum Bahari

©2012 Merdeka.com
Wisata Kota Tua yang keempat ada Museum Bahari. Museum lain di Kota Tua yang layak masuk daftar kunjungan Anda adalah Museum Bahari. Terletak di seberang pelabuhan Sunda Kelapa, Anda akan menemukan banyak hal yang berkaitan dengan laut di museum ini.
Di Museum Bahari, Anda bisa melihat berbagai koleksi perahu tradisional yang pernah digunakan pada zaman penjajahan VOC. Tak hanya itu, museum ini juga menampilkan berbagai macam biota laut hingga persebaran ikan yang ada di laut Indonesia. Pada zaman dahulu, bangunan museum ini merupakan tempat penyimpanan hasil bumi.
Toko Merah
Wisata Kota Tua yang kelima yaitu Toko Merah. Selain berbagai macam museum yang bisa Anda kunjungi, Kota Tua juga memiliki Toko Merah yang bisa dikunjungi. Siapkan kamera Anda karena lokasi took ini sangat instagramable. Belum lagi banyak juga spot menarik bagi untuk mengambil foto yang keren di tempat ini.
Sesuai namanya, Toko Merah memiliki warna merah mencolok dan bangunan ini diklaim sebagai bangunan tertua di Kota Tua Jakarta. Arsitektur bangunannya yang berasal dari zaman kolonial terlihat jelas di Toko Merah karena adanya jendela-jendela tinggi. Toko Merah biasa dijadikan sebagai tempat pameran seni, konferensi, dan juga pertunjukan pada waktu-waktu tertentu. Meskipun tak dibuka untuk umum, Anda masih bisa menikmati kemegahan dari tempat wisata Kota Tua yang satu ini dari luar.
Jembatan Kota Intan
Wisata Kota Tua yang terakhir adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan yang sudah dibangun sejak tahun 1628 ini merupakan jembatan tertua di Indonesia dan merupakan bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan VOC.
Jembatan Kota Intan adalah jembatan gantung yang berganti nama sesuai dengan lokasi jembatan ini berada di saat masa setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di tempat wisata ini, Anda bisa berfoto dengan latar belakang jembatan yang bernuansa zaman dulu.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya