Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

245 Orang Positif Corona di Iran, dari Anggota Parlemen Sampai Wakil Presiden

245 Orang Positif Corona di Iran, dari Anggota Parlemen Sampai Wakil Presiden Virus Corona Iran. AFP/Atta Kenare

Merdeka.com - Sampai sekarang isu virus corona masih menjadi ancaman warga dunia. Selain China, virus tersebut telah menyebar ke banyak negara lain, salah satunya adalah Iran.

Terdapat 26 korban yang meninggal dari laporan sebanyak 245 yang tertular, di mana 106 di antaranya merupakan korban yang baru terinfeksi. Daftar korban tersebut sudah termasuk pejabat negara Iran, yang membuat negara ini memiliki jumlah korban yang juga pejabat pemerintah yang tertinggi dari negara lain.

Salah satu pejabat yang positif terinfeksi virus corona adalah Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar, yang juga menjabat menjadi wakil untuk urusan wanita.

Kondisi Timur Tengah

Pejabat di Iran mengatakan sampai hari Kamis (27/2) sudah sebanyak 245 orang yang terjangkit virus corona, dengan korban meninggal sebanyak 26 orang. Apalagi beberapa dari mereka berada di Qom, tempat yang digunakan peziarah dari Syiah.

Selain Wakil Presiden Ebtekar, ada enam pejabat Iran yang terinfeksi virus corona. Korban Virus Corona itu termasuk seorang ulama yang dahulunya adalah duta besar untuk Vatikan, Hadi Khosrosahi (81). Elham Sheikhi, atlet sepak bola nasional wanita Iran juga menjadi korban meninggal akibat virus ini.

Virus yang menjangkit di Timur Tengah ini bermula ketika beberapa orang yang terjangkit di beberapa negara-negara Timur Tengah pernah melakukan kunjungan di Iran.

Selain itu, terdapat laporan bahwa Menlu Australia, Alexander Schallenberg terindikasi virus corona karena beberapa hari terakhir dirinya melakukan kunjungan ke Iran, tetapi sampai sekarang masih dalam tahap uji laboratorium.

Tindakan Iran

Setelah merebaknya virus corona di Iran dan beberapa negara-negara di Timur Tengah, Iran membatalkan kegiatan Shalat Jumat di 22 kota. Sementara fasilitas pendidikan akan ditutup oleh pemerintah Iran sampai tanggal 21 Maret.

Keputusan dari Kementrian Kebudayaan juga akan membatalkan kegiatan kebudayaan dan kegiatan olah raga. Setelahnya Iran akan menerima 20.000 alat untuk menguji Virus Corona dari China yang sampai saat ini masih dalam perjalanan. Tak hanya itu, jumlah laboratorium untuk melakukan uji coba bertambah dari dua menjadi tujuh.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP