Tips Belanja Online yang Aman dan Nyaman, Penting Diperhatikan
Merdeka.com - Berbelanja merupakan kegiatan yang tak bisa lepas dari setiap individu atau kelompok. Era saat ini dengan perkembangan internet dan teknologi yang makin pesat menjadikan kegiatan berbelanja bisa semakin mudah.
Belanja online kini telah menjadi sebuah kebiasaan bagi sebagian orang. Lantaran kemudahan yang diberikan, orang-orang beranggapan bahwa belanja online merupakan salah satu cara mudah untuk mencari barang-barang yang diperlukan. Kini hampir setiap orang dapat membeli kebutuhan sehari-hari, hobi dan sebagainya dengan cara online.
Agar kamu bisa belanja online dengan aman dan nyaman maka kamu harus memperhatikan beberapa hal seperti memilih onlineshop terpercaya hingga memperhatikan ulasan produk. Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai tips belanja online yang aman dan nyaman, penting diperhatikan telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.
1. Lihat akun media sosial merek tersebut
Tips belanja online yang aman dan nyaman pertama adalah dengan terlebih dahulu melihat akun media sosial merek yang akan kita beli. Klik nama poster dan lihat ke mana kamu diarahkan, kapan halaman dimulai, apakah itu diverifikasi oleh jejaring sosial, dan berapa lama mereka sudah berbisnis. Ini juga cara yang baik untuk memeriksa persepsi pelanggan.
2. Periksa dengan cermat URL situs

Ilustrasi Belanja Online © P2pmailing.co.uk
Tips belanja online yang aman dan nyaman berikutnya adalah dengan memeriksa cermat URL situs. Meskipun kamu biasanya lebih aman dengan merek yang sudah mapan, popularitas perusahaan ini juga dapat menjadikan mereka target yang menarik bagi peretas dunia maya, yang merancang situs web palsu dan tampak profesional untuk memikat konsumen yang tidak menaruh curiga.
Penelitian menunjukkan bahwa situs semacam itu memiliki peluang 45 persen untuk berhasil membuat kamu berpisah dengan data kamu. Sebagai konsumen, kamu dapat melindungi diri kamu sendiri dengan memeriksa URL sebelum kamu melakukan pembelian.Kemungkinan palsu jika URL salah mengeja nama perusahaan, memiliki terlalu banyak karakter tambahan seperti tanda hubung atau angka aneh, atau telah disingkat.
3. Gunakan layanan pihak ketiga
Selanjutnya jika kamu masih ragu maka coba manfaatkan layanan pihak ketiga. Contohnya, potong dan tempel seluruh URL situs web ke situs online seperti Google.
Penjelajahan Aman untuk mencari tahu apakah itu asli atau tidak. Sebagian besar program antivirus dan browser web terbaru juga akan memperingatkan Anda tentang situs yang berpotensi tidak aman.
4. Apakah koneksi dienkripsi?

Ilustrasi Enkripsi WhatsApp ©2019 financialexpress.com
Ada beberapa cara untuk memeriksa kredensial situs. Jika URL dimulai dengan "https" bukan hanya "http" dan kamu dapat melihat gembok di sebelahnya, kamu tahu bahwa informasi apa pun yang dimasukkan ke situs dilindungi oleh sertifikat SSL. Tanpa sertifikat ini, penjahat dapat meretas situs dengan mudah.
Kedua, periksa segel kepercayaan situs, apakah itu menampilkan tanda "aman" atau "terverifikasi" dengan jelas? Buka situs web perusahaan itu dan periksa kembali apakah lencana tersebut sah.
5. Periksa ulasan merek
Semua orang menginginkan label baru yang trendi, tetapi sebelum kamu membeli dari vendor baru, masukkan nama mereka ke Google plus kata "ulasan" atau "scam". Pengalaman pembeli lain akan segera menunjukkan apakah produk mereka bernilai atau berisiko.
Oleh karena itu penting untuk cari ulasan terverifikasi, dan ingat bahwa sedikit atau tidak ada ulasan harus segera menjadi peringatan bagi kamu.
6. Tetap berpegang pada merek terkenal

Ilustrasi belanja online ©shutterstock.com/LessLemon
Sebaiknya beli dari merek yang sudah mapan dan sudah dikenal saat berbelanja online. Kamu tidak hanya tahu apa yang kamu dapatkan dalam hal harga, kualitas, dan kebijakan pengembalian, tetapi merek terkenal juga cenderung menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk menghindari kerusakan reputasi signifikan yang menyertai peretasan dunia maya.
7. Apakah kamu dimintai kode verifikasi bank?
Setelah kamu menentukan bahwa situs tersebut sah dan kamu siap membayar pembelian kamu, maka kamu harus diwajibkan untuk memberikan lapisan keamanan tambahan untuk mengaktifkan pembayaran yakni proses yang disebut otorisasi dua faktor.
Selain memasukkan kode verifikasi pada kartu kredit atau debit kamu, lapisan kedua seperti ini bisa berupa kode sederhana yang dikirim melalui SMS ke nomor telepon kamu yang terdaftar (dan diverifikasi!), Atau melibatkan masuk ke aplikasi mobile banking kamu, pemindaian sidik jari atau pertanyaan keamanan.
8. Berhati-hatilah dengan Wi-Fi publik

Ilustrasi belanja online ©senthuran.in
Tips belanja online yang aman dan nyaman selanjutnya adalah berhati-hati dengan Wi-Fi publik. Dari restoran dan hotel hingga mal dan area publik, kamu harus waspada.
Kenyamanan konektivitas langsung tersebut disertai dengan sejumlah risiko yang signifikan. Wi-Fi publik sering kali tidak terlindungi secara memadai dan mudah diretas.
Sebagai pelanggan, detail kamu mungkin dicuri oleh peretas yang beroperasi di jaringan yang sama, sering kali di negara lain atau kamu mungkin dialihkan ke situs web berbahaya yang terlihat seperti situs yang ingin kamu buka. Sebagai aturan praktis, beralihlah ke penyedia data kamu saat membayar atau melakukan perbankan online di tempat umum.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya