Tanggapi Anak Domba Bermata Satu, Disnakala Garut Sebut Perkawinan Sedarah Jadi Sebab
Merdeka.com - Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut, Sofyan Yani, Senin (14/2) kemarin menanggapi viralnya video anak domba bermata satu yang lahir di Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor penyebab lahirnya domba seperti yang baru terjadi itu. Adapun dua faktor yang disebut yakni karena perkawinan sedarah atau faktor terpapar virus dari lingkungan yang tidak sehat.
"Adanya kambing atau domba yang kemarin lahir dengan kondisi seperti itu (abnormal) bisa jadi karena 'inbreeding' atau perkawinan sedarah dan bisa jadi karena virus atau lingkungan tidak sehat," kata Sofyan, seperti dilansir dari ANTARA.
Memperhatikan Proses Perkawinan Dari Ternaknya
Pihaknya sendiri sudah menerima laporan atas kelahiran anak domba yang menggegerkan masyarakat itu. Menurutnya kelahiran dengan genetik demikian sudah kerap terjadi.
Berdasarkan kajian, kelainan fisik dari anak domba tersebut karena faktor perkawinan sedarah dan akibat terpapar virus maupun bakteri saat dalam kandungan. Untuk itu ia meminta para peternak agar memperhatikan proses perkawinan dari hewan ternaknya
"Kelahiran hewan ternak seperti itu sering terjadi, makanya di dalam budidaya itu sebaiknya perkawinan sedarah harus dihindari," katanya.
Gencarkan Sosialisasi
Adapun sejumlah langkah sosialisasi sudah sering dilakukan oleh petugas kesehatan di lapangan. Hal itu untuk membina kalangan peternak terkait menjaga kesehatan hewan mulai dari kandang, pemberian obat vitamin, dan pakan yang baik. Sosialisasi juga ditekankan terhadap masalah dan dampak dari adanya perkawinan sedarah, kata Sofyan. Langkah tersebut sudah sering disampaikan petugas kesehatan hewan agar menghasilkan ternak yang berkualitas. "Kami sudah melakukan sosialisasi kepada peternak untuk selalu menjaga kesehatan hewan, dan juga menyampaikan tentang dampak jika dilakukan perkawinan sedarah," katanya.
Anak Domba Mata Satu di Mekarmukti Dikabarkan Mati

©2022 Facebook Creator Kampoeng/ Merdeka.com
Sementara itu, anak domba yang lahir tanpa hidung dan hanya memiliki mata satu itu dikabarkan telah mati. Informasi tersebut disampaikan melalui instagram @asligarut_, Senin (14/2) kemarin
Warga Kampung Kubang, sekaligus anggota keluarga dari pemilik hewan malang itu, Hendi mengatakan, kematian terjadi pada Minggu (13/2) pagi pukul 08.00 WIB.
Ia mengatakan, ketiadaan hidung sebagai saluran napas membuat domba tersebut kesulitan bertahan hingga hanya mampu hidup selama dua hari. Saat ini domba tersebut sudah dikuburkan oleh pemiliknya
“Semaksimal mungkin apa yang ada kami coba (bertahan), minum air susunya diusahain tiap pagi, malam, namun pernapasan tidak maksimal,” katanya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya