Slow Travelling, Liburan Santai yang Akan Makin Populer di 2020

Sabtu, 15 Februari 2020 12:30 Reporter : Andriana Faliha
Slow Travelling, Liburan Santai yang Akan Makin Populer di 2020 Ilustrasi travelling. ©2018 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Siapa yang tidak suka liburan? Hampir setiap orang pasti menyukai liburan. Pergi ke suatu tempat, menikmati berbagai macam keindahan, mencicipi berbagai kuliner dan mengenal budaya daerah tentu menjadi tujuan dari liburan. Dengan berlibur, pikiran akan terasa lebih fresh sehingga pergi liburan pun menjadi suatu upaya yang kita lakukan untuk meringankan penat setelah menjalani segudang aktivitas dan menjadi hal yang paling kita tunggu.

Tapi pernahkah kamu justru merasa lelah setelah pulang liburan? Padahal tadinya kamu berharap berlibur akan membuat lebih segar dan bersemangat. Nah, kalo kamu pernah mengalaminya, nampaknya kamu perlu mencoba dan mengenal tren baru slow travel atau liburan santai.

Menurut penelitian dari website survey perjalanan Skycanner, pada tahun 2019 orang-orang yang melakukan slow traveling sebanyak 18 persen dan di prediksi tahun 2020 ini akan meningkat dan menjadi semakin populer.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Slow Travelling?

Liburan santai atau tren baru yang dikenal sebagai slow travel ini menekankan bahwa kualitas selama liburan lebih penting dan mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa ketika berwisata. Slow travelling juga mengajak kita untuk mengenali secara mendalam tempat wisata yang dikunjungi dengan cara yang santai sehingga kita tidak terburu-buru untuk berpindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya.

Bisa diartikan juga bahwa gaya liburan slow travel ini tidak terpaut pada seberapa tempat wisata yang kita kunjungi dan tidak ada target yang dicapai. Berbeda dengan gaya liburan pada umumnya, yang mengutamakan kuantitas tempat yang akan dikunjungi namun tidak menikmati setiap momen perjalanan lebih mendalam.

2018 Merdeka.com/Pexels

2 dari 4 halaman

Kegiatan Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Dalam menikmati slow travelling kamu bisa memilih salah satu kegiatan yang kamu suka atau kamu juga bisa memadukan dengan hobimu. Misal, kamu suka menulis. Saat kamu mengunjungi suatu objek wisata pilihanmu, kamu bisa menulis apa saja yang ingin kamu tulis, baik itu pengalaman yang kamu dapat atau bisa juga hasil obrolan kamu dengan orang lokal tempat wisata.

Kegiatan lainnya, misal saat kamu berlibur ke pantai atau pegunungan. Kamu bisa menikmati pemandangan sekitar dan menikmati suasana asri dan sejuknya sambil ngobrol dan berdiskusi dengan partner travellingmu agar perjalananmu semakin seru dan menyenangkan. Selain itu, jika kamu memiliki hobi melukis atau menggambar, kamu juga bisa melukis pemandangan sekitar yang sedang kamu nikmati.

Pada dasarnya slow travelling mengutamakan kualitas perjalanan wisatamu bukan seberapa banyak kunjungan wisatamu.

3 dari 4 halaman

Tips Slow Travelling

Tips pertama yang harus kamu lakukan sebelum slow travelling yaitu mencari tempat yang sepi dan tidak dibanjiri pengunjung agar mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan membuat pikiran lebih tenang. Selanjutnya, kamu harus benar-benar menikmati setiap momen perjalananmu, mulai dari menikmati aktivitas yang dilakukan, keindahan dan kekayaan alam hingga menikmati serta mempelajari daerah setempat. Lalu, kamu perlu menyiapkan waktu yang lama agar kamu lebih bersantai menikmati perjalananmu.

4 dari 4 halaman

Keuntungan Slow Travelling

Travelingdengan gaya seperti ini tentu memiliki manfaat dan keuntungan, di antaranya bisa membuat lebih rileks setelah berlibur, mengenali suatu daerah lebih mendalam, benar-benar menikmati perjalanan dan sangat flexible karena kamu punya kebebasan untuk menentukan perjalanan yang akan dijalani

[anf]
Topik berita Terkait:
  1. Tips Travelling
  2. Tren
  3. Jabar
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini