Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering Dianggap Ilmu Hitam, Ini 4 Fakta Debus Banten yang Ternyata Bernuansa Islam

Sering Dianggap Ilmu Hitam, Ini 4 Fakta Debus Banten yang Ternyata Bernuansa Islam Debus Banten. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Provinsi Banten sejak dulu dikenal memiliki kebudayaan yang cukup kuat. Hal ini terbukti dengan keberadaan Suku Baduy dan beberapa kesenian bela diri yang terkenal unik dan luar biasa di provinsi ini. Salah satu tradisi yang hingga kini identik dengan Banten adalah kesenian debus.

Masyarakat luas umumnya mengenal debus sebagai tradisi yang menyeramkan dan sadis. Atraksi debus banyak mempertontonkan kegiatan melukai diri, sehingga sering dianggap dekat dengan ilmu hitam.

Namun jangan salah, ternyata debus merupakan media yang dipakai oleh ulama setempat untuk menyebarkan agama Islam. Bahkan debus juga sering menampilkan sisi religius melalui penyebutan doa dan salawat agar diberi keselamatan dalam setiap pertunjukan.

Diambil dari Bahasa Arab

atraksi debus

©2020 merdeka.com/arie basuki

Menurut jurnal Budaya Islam dan Budaya di Banten: 'Menelisik Tradisi Debus dan Maulid' yang ditulis oleh Hasani Ahmad Said, kata debus berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘Senjata Tajam’ yang terbuat dari besi dan memiliki ujung yang runcing dan sedikit bundar.

Debus sendiri mulai populer di Banten sejak abad ke-16 sebagai media pengenalan Islam di masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Saat itu masyarakat setempat masih mempercayai kebiasaan nenek moyang sebagai agama mereka.

Saat itu Nurrudin Ar-Raniry sebagai salah seorang tokoh memperkenalkan tradisi tersebut sebagai upaya mengenalkan Islam melalui atraksi melukai diri, sambil membaca doa-doa dari Al Qur’an sebagai upaya memohon keselamatan.

Diiringi oleh Nyanyian Doa oleh Mursyid

Dikutip dari goodnewsfromindonesia, salah satu bukti berikutnya bahwa debus merupakan tradisi yang dekat dengan Islam, yaitu adanya pembacaan kalam ilahi dari seorang mursyid atau guru tasawuf.

Doa-doa tersebut kerap dibacakan secara pelan dan merdu sepanjang pelaksanaan atraksi melukai diri. Pembacaan zikir tersebut adalah merupakan upaya meminta perlindungan kepada Allah SWT agar para pemain diberi keselamatan.

Tidak Terluka Sama Sekali

atraksi debus

©2020 merdeka.com/arie basuki

Seperti yang telah diketahui, debus memang identik dengan atraksi yang menampilkan ilmu kekebalan tubuh.

Salah satu yang paling terkenal dari pelaksanaan atraksi debus adalah mengiris bagian tubuh tertentu, (biasanya tangan atau perut) dengan senjata tajam berupa golok atau pisau.

Selain itu, biasanya debus juga menampilkan seseorang yang dipukul menggunakan besi runcing panjang dengan palu raksasa yang dipukulkan ke bagian perut pemain.

Mensucikan Diri Sebelum Beratraksi

debus banten

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Sebelum melakukan atraksi debus, biasanya para pemain harus mensucikan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang di dalam Agama Islam.

Satu minggu sebelum melaksanakan atraksi, para pemain tidak diperbolehkan meminum minuman beralkohol, dilarang berjudi, tidak boleh mencuri hingga tidak boleh tidur dengan istri maupun perempuan lain. 

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP