Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Lanud Sulaiman Bandung, Diambil dari Nama Prajurit AURI yang Gugur saat Kecelakaan Pesawat

Pangkalan Udara Sulaiman atau sering disebut Lanud Sulaiman di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu lapangan terbang di Indonesia yang masih aktif hingga sekarang.

Letaknya persis di pinggir jalan, penghubung antara Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung via Soreang dan Margahayu.

Terdapat banyak sisi menarik dari lapangan terbang tersebut, mulai dari asal usul namanya yang diketahui berasal dari salah satu nama prajurit AURI yang gugur setelah pesawatnya jatuh di kawasan Kiaracondong, sampai fungsinya yang tak sekedar pangkalan udara.

Lanud Sulaiman jadi saksi perkembangan militer Angkatan Udara di Jawa Barat dan Indonesia. Berikut selengkapnya.

Sejarah Lanud Sulaiman

Merujuk laman Universitas Sains dan Teknologi Komputer, Lanud Sulaiman merupakan pangkalan udara tipe B.

Posisinya berada di bawah Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara.

Mulanya pada tahun 1942 pangkalan udara ini disiapkan Belanda untuk menunjang fasilitas transportasi militer di kota Bandung. Namun saat itu, pasukan Jepang tiba-tiba merangsek masuk ke Indonesia, salah satunya melalui laut utara Jawa Barat di Indramayu yang dekat dengan Bandung.

Proses pembangunan lapangan terbang kemudian diambil alih Jepang, dan resmi dimulai pada 1943. Ketika itu, Jepang membangun landasan pacu dan taxi way di tahap awal. Lapangan udara ini lantas diberi nama Lapangan Terbang Margahayu, karena letaknya berada di wilayah Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dioperasikan Pada 1945

Dioperasikan Pada 1945

Dikarenakan situasi perang dunia yang makin memanas, pangkalan udara ini lantas dioperasikan mendadak pada 1944-1945 walaupun kondisinya belum 100 persen selesai.

Dalam sehari, tak kurang dari enam pesawat militer berbagai jenis mendarat dan lepas landas di sini. Lapangan terbang ini kemudian terbantu dengan adanya Lapangan Terbang Andir yang juga digunakan untuk kegiatan militer Jepang di masa perang dunia ke-2.

Namun setelah Indonesia menyatakan diri merdeka dari penjajah, Lapangan Terbang Margahayu terbengkalai.

Dioperasikan Kembali oleh AURI

Setelah Indonesia merdeka, dan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dibentuk, maka lapangan terbang ini kemudian difungsikan sebagai basis militer angkatan udara di masa itu.

Salah satu pihak yang berperan besar dalam pembangunan kembali pangkalan udara Margahayu adalah Letnan Drajat yang kemudian menjabat sebagai kepala teknik umum pangkalan udara Margahayu.

Lalu ada juga R. Didi Permana yang merupakan mantan petugas pembangunan pangkalan udara di Margahayu pada zaman Jepang.

Pembangunan dimulai dengan menata kembali fasilitas yang masih bisa digunakan, setelah hancur dihantam perang. Kemudian membangun jalan, serta mengumpulkan staf pangkalan dan mendirikan gedung seng (site 2), perumahan di blok B, C, D dan Cimariuk hingga masa peresmiannya di tahun 1954.

Penggunaan Nama Prajurit AURI yang Gugur untuk Lapangan Terbang Margahayu

Setelah beroperasi, lapangan terbang ini menjadi salah satu yang terpadat. Selain sebagai pangkalan militer, Lapangan Terbang Margahayu juga dijadikan sebagai tempat belajar bagi para perwira muda angkatan udara.

Sejarah Lanud Sulaiman Bandung, Diambil dari Nama Prajurit AURI yang Gugur saat Kecelakaan Pesawat

Sayangnya sebuah kecelakaan besar sempat terjadi pada 8 Juni 1966, yang memakan korban pimpinan tertinggi AURI, Kolonel Sulaiman. Ketika itu, pesawat yang ditumpangi Sulaiman bersama 11 rekannya mengalami kondisi jatuh di kompleks pabrik gas, Jalan Banten, Kiaracondong.

Ketika itu, pria yang juga merangkap sebagai Komandan Jenderal Komando Logistik berencana meninjau uji coba roket di pabrik Dahana, Tasikmalaya, Jawa Barat. Karena jasanya ini, nama Sulaiman diabadikan sebagai Pangkalan Udara atau Lanud Sulaiman.

Sang Istri Sempat Merasakan Firasat

Mengutip Surat Kabar Angkatan Bersenjata yang memuat berita tersebut, istri Kolonel Sulaiman sempat memiliki firasat yang janggal sebelum kejadian. Menurut pengakuannya, sang suami tak biasanya sarapan nasi goreng dengan porsi yang banyak dan begitu lahap.

Ia juga tak pernah membawa jungle pet saat berangkat kerja. Sulaiman juga sempat meminta dicium sang istri, Ny Annie. Dan ternyata itu merupakan kenangan terakhir Komandan Sulaiman sebelum meninggal karena kecelakaan pesawat.

Kejadian ini menjadi salah satu kecelakaan militer paling tragis yang pernah terjadi di Indonesia, karena memakan 12 korban. Sulaiman kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung.

Difungsikan Sebagai Sekolah Militer AU

Difungsikan Sebagai Sekolah Militer AU

Saat ini, Lanud Sulaiman masih memiliki fungsi yang penting di bidang pendidikan TNI Angkata Udara.

Kemudian, Lanud Sulaiman juga difungsikan sebagai lokasi penegakan operasi udara dan pembinaan unsur kedirgantaraan di Jawa Barat. Dari sana diketahui bahwa lapangan terbang ini memiliki fungsi untuk meningkatkan kapasitas teknis dan teori, dari para prajurit TNI AU.

Tragedi Jatuhnya Pesawat Adam Air 574 pada 1 Januari 2007, Begini Sejarah dan Kronologinya

Tragedi Jatuhnya Pesawat Adam Air 574 pada 1 Januari 2007, Begini Sejarah dan Kronologinya

Pesawat Adam Air Penerbangan 574 mengalami kecelakaan tragis di Selat Makassar pada 1 Januari 2007.

Baca Selengkapnya
Terungkap, 3 Pesawat Lion Air Tujuan Jeddah Mendadak Mendarat di Kualanamu dalam Sepekan

Terungkap, 3 Pesawat Lion Air Tujuan Jeddah Mendadak Mendarat di Kualanamu dalam Sepekan

Dalam sepekan 3 pesawat Lion Air tujuan Jeddah mengalihkan penerbangan ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Baca Selengkapnya
Parahnya Penampakan Polusi Udara Jakarta Dilihat dari Atas Pesawat Terbang, Padahal Masih Siang Bolong

Parahnya Penampakan Polusi Udara Jakarta Dilihat dari Atas Pesawat Terbang, Padahal Masih Siang Bolong

Potret langit ibu kota yang terlihat abu-abu karena dipenuhi polusi udara.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sering Sulit Diucap, Ini Sejarah Jalan Ciumbuleuit yang Kesohor di Bandung

Sering Sulit Diucap, Ini Sejarah Jalan Ciumbuleuit yang Kesohor di Bandung

Beberapa waktu lalu, jalan ini pun sempat viral karena namanya yang sulit diucapkan.

Baca Selengkapnya
Tabrakan dengan KA Lokal Bandung, Begini Sejarah Kereta Turangga Namanya dari Hewan Tunggangan Bangsawan

Tabrakan dengan KA Lokal Bandung, Begini Sejarah Kereta Turangga Namanya dari Hewan Tunggangan Bangsawan

Kereta api Turangga adalah salah satu kereta api yang memiliki sejarah panjang, nama kereta ini diambil dari kendaraan mitologi tunggangan para bangsawan Jawa.

Baca Selengkapnya
Ucapan Pramugari ke Gibran Bikin Satu Pesawat Riuh, Sang Cawapres Justru Datar

Ucapan Pramugari ke Gibran Bikin Satu Pesawat Riuh, Sang Cawapres Justru Datar

Momen Gibran Rakabuming Raka dapat ucapan selamat dari pramugari salah satu maskapai yang ditumpanginya.

Baca Selengkapnya
Sejarah Trem di Jakarta, Awalnya Ditarik Kuda hingga Diganti Bus Karena Ketinggalan Zaman

Sejarah Trem di Jakarta, Awalnya Ditarik Kuda hingga Diganti Bus Karena Ketinggalan Zaman

Kehadiran trem di Jakarta tak selalu mulus. Ratusan kuda mati sampai tingginya angka kecelakan pejalan kaki jadi berita sehari-hari.

Baca Selengkapnya
Takkan Lupa Seumur Hidup, Momen Pramugari Cantik Terakhir Bekerja Sampai Menangis Tersedu-sedu di Dalam Pesawat

Takkan Lupa Seumur Hidup, Momen Pramugari Cantik Terakhir Bekerja Sampai Menangis Tersedu-sedu di Dalam Pesawat

Kisah pramugari cantik di hari terakhir pengabdiannya setelah 12 tahun. Begini momen harunya saat di atas pesawat.

Baca Selengkapnya
Sungai Tuntang Meluap Sebabkan Jalur Semarang - Grobogan Lumpuh Total, Ini Penampakannya

Sungai Tuntang Meluap Sebabkan Jalur Semarang - Grobogan Lumpuh Total, Ini Penampakannya

Air bah tersebut merupakan kiriman dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Baca Selengkapnya