Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peristiwa 7 April: Berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia WHO

Peristiwa 7 April: Berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia WHO Kantor WHO di Jenewa Swiss. ©Reuters

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia adalah badan internasional yang bertanggung jawab atas kesehatan publik. Dikenal sebagai WHO (World Health Organization), organisasi ini merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang didirikan pada tanggal 7 April 1948. Organisasi ini terlibat dalam banyak aspek kebijakan dan perencanaan kesehatan.

WHO telah memainkan peran utama dalam banyak keberhasilan kesehatan masyarakat pada beberapa dekade terakhir. Organisasi ini berperan penting dalam pemberantasan cacar secara global, yang dulunya merupakan salah satu pembunuh terbesar di dunia.

WHO juga menjalankan kampanye yang hampir mencapai pemberantasan polio dan telah bekerja selama beberapa dekade untuk mengurangi ancaman malaria. Ketika wabah penyakit besar terjadi, WHO mengoordinasikan respons internasional. Mereka menjadi yang terdepan ketika wabah Ebola 2014, yang dinyatakan sebagai darurat internasional.

Demikian juga saat wabah Zika 2015-16. Pada tahun 2020, WHO menyatakan wabah virus corona covid-19 sebagai pandemi dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

Sejarah WHO

Dilansir dari who.int, pada bulan April 1945, selama Konferensi untuk mendirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan di San Francisco, perwakilan Brasil dan Cina mengusulkan agar organisasi kesehatan internasional juga dibentuk.

Pada tanggal 15 Februari 1946, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB menginstruksikan Sekretaris Jenderal untuk mengadakan konferensi. Sebuah Komite Persiapan Teknis bertemu di Paris dari 18 Maret hingga 5 April 1946 dan menyusun proposal untuk Konstitusi yang dipresentasikan kepada Konferensi Kesehatan Internasional di New York City antara 19 Juni dan 22 Juli 1946. Atas dasar proposal ini, Konferensi menyusun dan mengadopsi Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia, ditandatangani 22 Juli 1946 oleh perwakilan 51 Anggota PBB dan 10 negara lain.

Konferensi juga membentuk Komisi Sementara untuk melaksanakan kegiatan tertentu dari lembaga kesehatan yang ada sampai berlakunya Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia. Pembukaan dan Pasal 69 Konstitusi WHO mengatur bahwa WHO harus menjadi badan khusus PBB. Pasal 80 menyatakan bahwa Konstitusi akan mulai berlaku ketika 26 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meratifikasinya.

Konstitusi mulai tidak berlaku sampai 7 April 1948, ketika tanggal 26, 61 pemerintah yang telah menandatanganinya meratifikasi tanda tangannya. Majelis Kesehatan pertama dibuka di Jenewa pada 24 Juni 1948 dengan delegasi dari 53 Negara, dari jumlah 55 Negara Anggota. Diputuskan bahwa Komisi Sementara akan dibubarkan pada tengah malam pada tanggal 31 Agustus 1948, untuk segera digantikan oleh WHO.

Apa yang Dilakukan WHO?

WHO bekerja untuk mempromosikan kesehatan, menjaga dunia tetap aman, dan melayani yang siapa pun yang rentan di seluruh dunia.

Tujuan WHO adalah untuk memastikan bahwa penduduk dunia memiliki cakupan kesehatan universal, untuk melindungi lebih banyak orang yang mengalami keadaan darurat kesehatan, dan menyediakan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi banyak orang.

Untuk cakupan kesehatan universal, WHO berupaya:

  • fokus pada perawatan kesehatan primer untuk meningkatkan akses ke layanan penting yang berkualitas
  • bekerja menuju pembiayaan berkelanjutan dan perlindungan keuangan
  • meningkatkan akses ke obat-obatan esensial dan produk kesehatan
  • melatih tenaga kesehatan dan memberi nasihat tentang kebijakan tenaga kerja
  • mendukung partisipasi masyarakat dalam kebijakan kesehatan nasional
  • meningkatkan pemantauan, data dan informasi.
  • Untuk keadaan darurat kesehatan:

  • mempersiapkan keadaan darurat dengan mengidentifikasi, mengurangi dan mengelola risiko
  • mencegah keadaan darurat dan mendukung pengembangan alat yang diperlukan selama wabah
  • mendeteksi dan menanggapi keadaan darurat kesehatan akut
  • mendukung pemberian layanan kesehatan penting.
  • Untuk kesehatan dan kesejahteraan:

  • mengatasi determinan sosial
  • mempromosikan pendekatan lintas sektor untuk kesehatan
  • memprioritaskan kesehatan dalam semua kebijakan dan pengaturan yang sehat.
  • Melalui pekerjaan yang dilakukan, WHO mengatasi:

  • pencegahan penyakit tidak menular
  • meningkatkan kesehatan mental
  • perubahan iklim di negara berkembang pulau kecil
  • resistensi antimikroba
  • pemberantasan penyakit menular yang berdampak tinggi. (mdk/ank)
  • Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP