Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah 10 Maret 1977: Penemuan Cincin Uranus oleh Para Astronom

Sejarah 10 Maret 1977: Penemuan Cincin Uranus oleh Para Astronom Sejarah 10 Maret 1977: Penemuan Cincin Uranus oleh Para Astronom. researchmatters.in

Merdeka.com - Ketika membicarakan tentang planet bercincin, nama Saturnuslah yang mungkin akan muncul diingatan kita. Faktanya, ada planet lain yang memiliki cincin namun jarang diketahui oleh orang banyak. Nama planet itu adalah Uranus.

Uranus adalah planet ketujuh dari matahari dan planet terbesar ketiga di tata surya. Meskipun Uranus dapat dilihat dengan mata telanjang, planet ini telah lama dianggap sebagai bintang karena keredupan planet dan orbitnya yang lambat. Planet ini juga terkenal karena kemiringannya yang dramatis, yang menyebabkan porosnya mengarah hampir langsung ke matahari.

Astronom Inggris William Herschel menemukan Uranus pada 13 Maret 1781, dengan teleskopnya saat mengamati semua bintang hingga yang 10 kali lebih redup daripada yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Satu bintang tampak berbeda, dan dalam setahun Herschel menyadari bintang itu mengikuti orbit planet.

Meski sudah ditemukan sejak tahun 1781, namun adanya cincin pada Uranus baru disadari oleh para astronom pada tahun 1977.

Ciri Uranus

Mengutip dari laman space.com, Uranus memiliki warna biru kehijauan karena adanya kandungan metana di sebagian besar atmosfer hidrogen-heliumnya. Planet ini sering dijuluki sebagai raksasa es, karena setidaknya 80% massanya merupakan campuran cairan dari es air, metana, dan amonia.

sejarah 10 maret 1977 penemuan cincin uranus oleh para astronom

skyatnightmagazine.com

Tidak seperti planet lain di tata surya, Uranus sangat miring sehingga pada dasarnya mengorbit matahari pada sisinya, dengan sumbu putarannya hampir mengarah ke bintang. Orientasi yang tidak biasa ini mungkin disebabkan oleh tabrakan dengan benda seukuran planet, atau beberapa benda kecil, segera setelah terbentuk.

Kemiringan yang tidak biasa ini menimbulkan musim ekstrem yang berlangsung selama sekitar 20 tahun. Ini berarti bahwa selama hampir seperempat tahun Uranian, yang sama dengan 84 tahun Bumi, matahari bersinar langsung di atas setiap kutub, menyebabkan separuh planet lainnya mengalami musim dingin yang panjang, gelap, dan dingin.

Uranus memiliki atmosfer terdingin di antara planet mana pun di tata surya. Itu karena Uranus memiliki sedikit atau bahkan tidak ada panas internal untuk melengkapi panas dari matahari.

Kutub magnet sebagian besar planet kurang lebih sejajar dengan sumbu rotasinya, tetapi medan magnet Uranus miring, dengan sumbu magnetnya miring yang hampir 60 derajat menjauhi sumbu rotasi planet. Hal ini menyebabkan medan magnet Uranus memiliki kemiringan yang aneh, dengan kekuatan medan di permukaan belahan bumi utara mencapai lebih dari 10 kali kekuatan di permukaan belahan bumi selatan.

Komposisi atmosfer Uranus berdasarkan volume adalah 82,5% hidrogen, 15,2% helium, dan 2,3% metana. Struktur internalnya terdiri dari mantel es air, amonia dan metana, serta inti besi dan magnesium silikat. Jarak rata-rata Uranus dari matahari kira-kira 1,8 miliar mil (2,9 miliar km), menurut NASA.

Penemuan

Pada 10 Maret 1977, astronom James Elliot, Ted Dunham, dan Jessica Mink menemukan bahwa Uranus memiliki cincin. Penemuan itu dilakukan di Observatorium Lintas Udara Kuiper, sebuah pesawat yang dilengkapi dengan teleskop infra merah.

Para peneliti awalnya merencanakan untuk mempelajari atmosfer Uranus dengan mengamati planet tersebut saat melintas di depan bintang SAO 158687. Yang mengejutkan para astronom, SAO 158687 menghilang beberapa kali tepat sebelum dan tepat setelah Uranus memblokir bintang tersebut.

Elliot, Dunham, dan Mink menyimpulkan bahwa sistem yang terdiri dari sedikitnya lima deringlah yang bertanggung jawab. Voyager 2 dan teleskop lain sejak saat itu mengirimkan bukti visual sistem cincin Uranus, yang mencakup sedikitnya 13 cincin.

Cincin Uranus

Cincin Uranus adalah yang pertama terlihat setelah cincin Saturnus. Cincin ini adalah penemuan yang signifikan, karena membantu para astronom memahami bahwa cincin adalah ciri umum dari sebuah planet, bukan hanya kekhasan dari Saturnus.

Uranus memiliki dua set cincin. Sistem cincin bagian dalam sebagian besar terdiri dari cincin sempit dan gelap, sedangkan pada sistem luar dari dua cincin yang lebih jauh, ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble, berwarna cerah: satu merah, satu biru.

Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa cincin Uranus, Saturnus, dan Neptunus kemungkinan adalah sisa-sisa planet kerdil mirip Pluto yang menyimpang terlalu dekat dengan planet raksasa sejak lama. Planet kerdil ini tercabik-cabik dalam gravitasi planet yang sangat besar dan saat ini terawetkan sebagai cincin.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP