Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Scopophobia adalah Ketakutan akan Tatapan Seseorang, Kenali Gejalanya

Scopophobia adalah Ketakutan akan Tatapan Seseorang, Kenali Gejalanya Scopophobia. itprotoday.com

Merdeka.com - Scoptophobia, atau juga dikenal sebagai scopophobia, adalah rasa takut akan tatapan seseorang. Kondisi ini bervariasi bergantung tingkat keparahan dari setiap orang. Beberapa orang hanya takut ketika orang asing menatap untuk waktu yang lama, sementara yang lain takut bahkan ketika hanya melakukan kontak mata dengan seorang teman.

Umumnya, kontak mata dapat menjadi bentuk komunikasi dengan berbagai arti. Bisa menjadi tanda bahwa seseorang memberi perhatian pada Anda atau memberi tahu bahwa giliran Anda untuk berbicara. Kontak mata juga dapat mengungkapkan berbagai emosi, terutama ketika ekspresi di mata seseorang dibaca dalam konteks fitur wajah yang lain, nada suara, dan bahasa tubuh.

Tetapi bagi penderita scopophobia, mereka mungkin salah mengartikan kontak mata dan isyarat wajah lainnya. Para peneliti telah mengeksplorasi bagaimana kecemasan sosial memengaruhi kemampuan orang untuk membaca arti tatapan orang lain dan apa arti ekspresi wajah mereka.

Meskipun terkadang kita merasa tidak nyaman saat ditatap atau saat menjadi pusat perhatian, orang dengan scopophobia memiliki kondisi yang lebih parah. Mereka merasakan seolah-olah orang-orang sedang mengamatinya dengan teliti.

Sama seperti fobia lainnya, rasa takut dari scopophobia tidak sebanding dengan risikonya. Faktanya, kecemasan bisa menjadi sangat kuat hingga membuat Anda kesulitan bertindak dalam situasi sosial, termasuk saat di sekolah dan di tempat kerja.

Dalam artikel berikut ini, kami akan sampaikan penjelasan lebih lanjut tentang scopophobia, seperti gejala dan kemungkinan penyebabnya, yang dilansir dari verywellmind.com.

Gejala Scopophobia

Seseorang yang menderita scopophobia mungkin akan berusaha keras untuk menghindari situasi yang membuatnya menjadi sorotan. Beberapa orang mungkin hanya takut pada situasi kelompok besar, sementara yang lain mungkin takut pada komunikasi singkat seperti saat belanja di toko kelontong. Beberapa bahkan takut akan kontak tak terduga seperti berbasa-basi dengan seseorang yang berpapasan dengannya.

Saat menghadapi situasi yang ditakuti, orang yang menderita fobia ini mungkin akan tersipu malu. Ironisnya, banyak orang dengan scopophobia juga menderita erythrophobia, atau takut akan rasa malu, sehingga membuat gejala ini sangat mengganggu.

Penderita mungkin juga mulai berkeringat, gemetar, mengalami jantung berdebar-debar atau napas pendek, dan merasa tidak mampu mengendalikan pikirannya. Mereka mungkin juga akan merasakan keinginan yang kuat untuk melarikan diri dari situasi tersebut.

Beberapa orang dengan scopophobia biasanya akan membatasi aktivitas sehari-hari mereka dalam upaya untuk menghindari reaksi panik. Mereka mungkin juga akan menolak untuk pergi sendirian atau menjamu orang-orang yang tidak dikenal baik di rumahnya.

Penyebab Scopophobia

Meski tidak selalu sama, namun kondisi scopophobia dapat dilacak dari peristiwa traumatis yang pernah dialami oleh seseorang yang menderita fobia ini. Mereka yang pernah mendapatkan intimidasi atau olok-olokan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami fobia ini.

Banyak remaja melewati fase kesadaran diri yang ekstrem, yang mungkin termasuk kekhawatiran akan diperhatikan. Namun, secara umum, perasaan ini akan mereda seiring waktu. Namun, jika ketakutan terus berlanjut atau bahkan memburuk, kondisi ini dapat didiagnosis sebagai scopophobia.

Bagaimana scopophobia memengaruhi kehidupan Anda?

Scopophobia dapat menyebabkan Anda menghindari situasi sosial, bahkan pertemuan kecil dengan orang yang Anda kenal. Jika gejala yang Anda miliki menjadi parah, rasa takut akan ditatap dapat menyebabkan Anda menghindari pertemuan tatap muka seperti kunjungan dokter, bertemu dengan guru anak Anda, atau saat menggunakan angkutan umum.

Jika Anda terlalu khawatir akan diawasi, hal itu dapat membatasi kehidupan kerja atau hubungan Anda dengan orang lain, dan itu dapat menyebabkan Anda kehilangan kesempatan untuk bepergian atau melanjutkan pendidikan atau pekerjaan.

Scopophobia dan Gangguan Terkait

scopophobia

learning-mind.com

Scopophobia adalah fobia spesifik, tetapi mungkin juga masih terkait dengan fobia sosial. Kebanyakan orang dengan ketakutan ini juga menderita gejala fobia sosial terkait lainnya seperti demam panggung atau takut berbicara di depan umum.

Beberapa orang dengan kondisi medis tertentu dapat mengembangkan scopophobia baik karena mereka merasa ditatap, atau karena mereka takut episode saat ditatap akan menyebabkan orang menatap.

Epilepsi, sindrom Tourette, dan beberapa gangguan gerakan adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko scopophobia. Orang dengan penyakit atau cedera yang juga lebih mungkin mengembangkan fobia ini.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ketakutan yang masuk akal tidak pernah didiagnosis sebagai fobia. Namun, bagi sebagian orang, ketakutan itu tidak sebanding dengan risikonya.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP