Mengenal Menong, Suvenir Unik Berwujud Boneka Perempuan dari Purwakarta

Bentuknya yang unik dan penuh filosofis, membuat hasil kreasi lokal tersebut banyak diminati di pasaran.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mengenal Menong, Suvenir Unik Berwujud Boneka Perempuan dari Purwakarta
Mengenal Menong, Suvenir Unik Berwujud Boneka Perempuan dari Purwakarta (Merdeka.com)

Berwajah cantik, dengan warna kulit putih atau kuning langsat jadi ciri utama dari Menong. Sosok ini merupakan penggambaran seorang perempuan yang rupawan dalam bentuk boneka.

Tak sembarang boneka, karena Menong merupakan buah tangan atau suvenir khas dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Karakter ini juga sangat spesial karena menggambarkan sifat manusia saat menjalankan kehidupan di dunia.

Menong selalu berupaya untuk mengenalkan kebaikan khas masyarakat Sunda agar manusia bisa menjalani kehidupan dengan baik.

Bentuknya yang unik dan penuh filosofis, membuat hasil kreasi lokal tersebut banyak diminati di pasaran.

Yuk kenalan lebih dekat dengan sosok Menong, suvenir berwujud boneka perempuan khas Puwakarta.

Terbuat dari Keramik

Terbuat dari Keramik
Dok. Istimewa

Jika kebanyakan suvenir berbentuk patung terbuat dari bahan kayu, lain halnya dengan Menong.

Foto: Facebook Anne Ratna Mustika

Biasanya Menong terbuat dari bahan keramik berupa tanah liat, yang dibentuk sedemikian rupa hingga menarik untuk dilihat.

Menong lahir dari kreativitas para pengrajin keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Puwakarta. Kualitas keramik buatan mereka tak perlu diragukan lagi. Produknya bahkan hingga mancanegara.

Sentuhan itulah yang membuat Menong mampu meraih pangsa pasar, bahkan hingga dikenal di beberapa negara selain Indonesia.

Gambarkan Sosok Perempuan

Menong digambarkan sebagai sosok perempuan yang menarik perhatian banyak orang karena kecantikannya. Ia memiliki kulit kuning langsat, bibir kecil, alis panjang, dan mahkota menyerupai sigar di kepalanya.

Mengutip disipusda.purwakartakab.go.id, nama "Menong Purwakarta" sendiri berarti cantik dan lucu, sesuai dengan penampilannya. 

Patung kecil ini menonjol dengan pakaian yang didominasi warna hitam dan merah, menambah pesonanya yang menggemaskan.

Dengan penampilan yang menarik dan pakaian yang mencolok, Menong menjadi sosok yang disukai oleh banyak orang dan dianggap sebagai simbol kecantikan dan kelucuan.

Angkat Kebudayaan Nusantara

Angkat Kebudayaan Nusantara
Dok. Istimewa

Menong tidak hanya mengangkat Purwakarta sebagai bagian dari tanah Sunda, tetapi juga menggambarkan keberagaman budaya Nusantara.

Mahkota yang dikenakannya terinspirasi dari Sunger Lampung, sementara motif pakaiannya berasal dari pakaian adat perempuan suku Dayak, Kalimantan, yang disebut Sapei Inoq dan Ta’a.

Hiasan bunga kamboja yang dipakai Menong terinspirasi dari bunga yang sering disematkan pada telinga penari Pendet atau Legong Bali, sementara bunga melati yang ia kenakan merupakan bunga nasional Indonesia. Hiasan ini menunjukkan sentuhan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, Menong juga memakai rumbai-rumbai tali serat yang menyerupai rok pakaian tradisional dari Papua. Dengan berbagai elemen dari berbagai daerah ini, Menong menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Sifat Manusia ada di Menong

Saat ini, para perajin Menong di Plered memodifikasi dan membuat variasi patung Menong ke dalam beberapa jenis. Yang paling banyak diproduksi adalah bentuk dua wajah di depan dan di belakang yang menggambarkan sifat manusia.

Satu wajah diketahui memiliki kesan baik dan satunya lagi kesan jahat. Warnanya pun didominasi dengan warna hitam dan putih, yang artinya hitam adalah sisi keburukan dan putih adalah tindakan kebaikan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menong mengajarkan bahwa manusia akan banyak mendapati berbagai kebaikan dan keburukan selama menjalankan hidup. Kecantikannya mengajarkan filosofi ketenangan walau kondisi sedang tidak baik (dalam keburukan).

Jadi Suvenir yang Mendunia

Jadi Suvenir yang Mendunia
Dok. Istimewa

Sebelumnya, Menong pertama kali dibuat pada 1980-an silam. Ketika itu ada seorang perajin bernama Yanto yang tertarik membuat produk keramik dengan bentuk sosok perempuan.

Ia kemudian melengkapinya dengan menciptakan motif pakaian khas nusantara, dengan siger yang makin menambah kecantikan sang patung. Ketika itu, inspirasi didapat usai dirinya merantau dari Lampung.

Menong tersedia di banyak toko suvenir keramik di Kecamatan Plered. Biasanya Menong dijual sepaket mulai dari harga Rp100 ribu sampai Rp350 ribu, tergantung jenisnya. Menong diketahui sudah dikirim ke beberapa negara Asia Tenggara, Amerika, Eropa hingga Timur Tengah.

Rekomendasi