Tak Hanya Lebaran, Ini Makna Tradisi Belah Ketupat oleh Warga Serang untuk Peringati Isra Miraj

Ketupat tak hanya sekedar panganan bagi masyarakat di Serang, tetapi mengandung makna nilai keislaman.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Tak Hanya Lebaran, Ini Makna Tradisi Belah Ketupat oleh Warga Serang untuk Peringati Isra Miraj
Tak Hanya Lebaran, Ini Makna Tradisi Belah Ketupat oleh Warga Serang untuk Peringati Isra Miraj (Merdeka.com)

Bagi masyarakat Banten, ketupat tak hanya sajian yang wajib hadir saat hari raya Idulfitri. Di Kabupaten Serang misalnya, ketupat menjadi santapan warga untuk memeriahkan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Ketupat menjadi kudapan yang sarat dengan nilai agama Islam dan kerap dijadikan sajian pada acara keagamaan di Serang.

Tradisi ini biasanya hadir saat Isra Miraj dan diikuti oleh segenap masyarakat di wilayah pedesaan.

Pelaksanaannya sudah berjalan turun temurun sebagai warisan Kasultanan Banten di wilayah tersebut.

Dikenal dengan Nama Rajaban

Dikenal dengan Nama Rajaban
Dok. Istimewa

Mengutip Jurnal UIN Banten yang ditulis oleh Siti Fauziyah berjudul “Upacara-Upacara dalam Budaya Masyarakat Banten” kegiatan kupatan ini biasanya hadir di acara Isra Miraj bernama Rajaban.

Rajaban merujuk ke kata Rajab dari bulan Rajab di kalender Islam. Jika diartikan, Rajaban berarti memperingati bulan Rajab yang akan segera berakhir.

Pelaksanaan Rajaban yang melibatkan ketupat ini biasanya dilaksanakan pada peringatan Isra Miraj yang jatuh setiap tanggal 27 di bulan tersebut.

Memaknai Peristiwa yang Dialami Rasulullah

Mengutip dari ANTARA, makna kupatan di bulan Rajab merujuk ke peringatan peristiwa yang dialami oleh Rasulullah SAW.

Isra Miraj terkait dengan perjalanan spiritual Nabi Muhammad ketika ia menerima perintah untuk melaksanakan salat oleh Allah SWT.

Saat itu beliau memulainya dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.

Di waktu yang bersamaan, Rasulullah juga ditemani malaikat Jibril dan menjadi momen penting bagi dakwah Islam selanjutnya dan umat Islam secara keseluruhan. 

Memakan Ketupat Bersama

Memakan Ketupat Bersama
Dok. Istimewa

Dalam tradisi kupatan sendiri, ketupat dibuat oleh kalangan ibu-ibu dan perempuan. Lantas dibawa ke masjid bersama lauk pauk.

Ketupat kemudian dibelah dan dibagikan kepada warga yang sudah hadir di dalam masjid.

Masyarakat akan bersama-sama memakan sajian tersebut untuk memeriahkan peringatan Isra Miraj, sekaligus merekatkan tali silaturahmi antar warga.

Bermakna Penyucian Diri

Dalam kupatan turut dilakukan kegiatan belah ketupat sebelum dibagian ke warga yang hadir di masjid wilayah Serang, Banten.

Ini untuk mengenang saat Nabi Muhammad dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril untuk disucikan sebelum menerima wahyu.

Proses ini dilakukan dengan menggunakan air zam-zam. Setelahnya Nabi Muhammad menerima perintah salat dalam momen Isra Miraj.

Tradisi belah ketupat sendiri bermakna demikian, karena diharapkan warga yang memakan ketupat bisa kembali suci dan mampu melaksanakan perintah serta kewajiban sebagai umat Muslim.

Diadakan Tiap Tahun

Diadakan Tiap Tahun
Dok. Istimewa

Mengutip kanal YouTube Jaman Bengen, tradisi Rajaban atau kupatan ini menjadi acara yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat di wilayah Serang dan sekitarnya.

Kupatan diperingati setiap tanggal 27 bulan Rajab dan diadakan oleh warga desa untuk menambah persaudaraan.

“Di Serang tradisi Rajaban setiap tahunnya ada makanan yang disuguhkan namanya ketupat. Atau orang Serang menyebutnya Kupatan,” kata kreator tersebut.

Rekomendasi