Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memiliki seorang ilustrator dan penulis buku anak berbakat bernama Gilang Permadi. Karyanya kini telah mencapai ratusan buku, dan tersebar hingga Papua.
Gilang, begitu ia disapa, mengaku terbiasa membuat karya ilustrasi sekaligus menulis cerita tentang anak. Ia banyak dikontrak oleh penerbit mayor sampai penerbit indi, di banyak wilayah Indonesia.
Karya-karya milik pria asal Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis itu bisa dijumpai di banyak buku cerita anak. Gilang juga membuat ratusan karya ilustrasi di buku mewarnai dan buku menggambar untuk anak usia PAUD dan TK.
“Kalau untuk karya ilustrasi, saya sudah menggambar di ratusan buku. Kalau di Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, karya saya sudah tersebar di enam provinsi termasuk Papua,” kata Gilang, mengutip YouTube Diskominfo Indramayu.
Advertisement
Menjadi penulis dan ilustrator sukses seperti sekarang tak dilalui Gilang dengan mudah. Dirinya benar-benar memulai dari bawah sebelum 2017 lalu.
Ketika itu kondisi sang anak tengah sakit yang membuatnya harus mendampingi sang anak bersama istri hingga tidak bisa bekerja. Ia lantas mengajukan ide ke penerbit dan mengikuti banyak lomba.
“Awalnya saya itu autodidak, cuma gen menulis ini dapat dari almarhum bapak yang jadi kontributor. Kalau menggambarnya dari kakek yang seorang pelukis wayang. Dan saya memulai menulis dengan autodidak setelah saya harus di rumah merawat anak yang sakit,” kata Gilang.
Advertisement
Ketika itu ia masih menjadi seorang pelukis dan perajin mebel. Saat memulai menggambar untuk cerita anak, Gilang belum memiliki peralatan memadai.
“Waktu itu saya ingat betul kalau belum bisa digital, scan gambar di warnet. Karena zaman-zaman 2010 sampai 2017 masih booming di warnet,” terang pria ramah itu.
Dari sana kemudian karyanya mulai melanglang buana dari penerbit satu ke penerbit lainnya, bahkan sampai ke mayor sekelas Gramedia.
“Tapi alhamdulillah, anak pertama saya bisa lulus kuliah di ITB dari hasil saya menulis dan menjadi ilustrator gambar,” katanya.
Advertisement
Setelah beberapa tahun merintis pengalaman sebagai penulis, beberapa bukunya laris manis di pasaran. Mulai dari Ashabul Kahfi, 40 Cerita Anak Asli Indonesia sampai 60 Dongeng Dunia Pengantar Tidur.
“Kalau yang punya cerita itu yang 40 Cerita Anak Asli Indonesia, dari situ saya bisa beli pen tablet digital untuk menggambar. Nah kalau yang 60 Dongeng Dunia Pengantar Tidur ini paling laris kata editor saya, alhamdulillah. Terjual sampai 500 eksemplar,”
terangnya.
Advertisement
merdeka.com
Sampai 2024 ini Gilang masih produktif menulis, bahkan ia merambah ke dunia sastra dengan membuat buku kumpulan puisi. Gilang menjadi sosok yang menginspirasi dari wilayah Indramayu, Jawa Barat.