Kisah Hotel Cheribon, Penginapan Mewah Pertama di Cirebon Tempat Nongkrong Klub Motor Besar Zaman Belanda

Pembangunan hotel ini menjadi upaya untuk menata ekonomi usai VOC bangkrut.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kisah Hotel Cheribon, Penginapan Mewah Pertama di Cirebon Tempat Nongkrong Klub Motor Besar Zaman Belanda
Hotel ini konon dulu sangat berpengaruh dan jadi hotel mewah di Cirebon (© 2024 merdeka.com)

Di zaman Hindia Belanda, Cirebon menjadi salah satu daerah yang maju tata kotanya. Ini karena kawasan tersebut menjadi prioritas pembangunan lantaran posisinya dekat dengan pelabuhan dan dilalui jalur Anyer–Panarukan atau De Groote Postweg.

Pemerintah Hindia Belanda membangun sejumlah infrastruktur di Cirebon, mulai dari pabrik, jalan raya, rel kereta api, sampai fasilitas penginapan bagi pejabat yang saat ini dikenal sebagai hotel.

Tak banyak referensi soal hotel apa saja yang pernah dibangun di Cirebon. Namun salah satu di antaranya menjadi yang termewah di masanya. Bahkan banyak para pegawai perkebunan, pejabat, sampai klub motor yang punya nama besar di masanya singgah di sana.

Hotel tersebut bernama Hotel Cheribon yang begitu terkenal di masanya. Berikut informasi selengkapnya.

Upaya Bangkitkan Ekonomi Pasca VOC Bangkrut

Upaya Bangkitkan Ekonomi Pasca VOC Bangkrut
© 2024 merdeka.com

Merujuk YouTube Dutch Studies Universitas Indonesia berjudul Netherlandse Sporen – Hotel Cheribon, Senin (8/1), pembangunan hotel ini merupakan upaya untuk menata ekonomi usai VOC bangkrut.

Ketika itu pemerintah Hindia Belanda berupaya menunjang jalan raya post, salah satunya dengan membangun hotel. Ini karena Cirebon menjadi daerah strategis, di mana banyak diadakan kunjungan kenegaraan karena wilayah ini menjadi salah satu pusat perekonomian Hindia Belanda.

Agar para tamu kenegaraan dan pegiat bisnis nyaman, hotel mewah seperti Hotel Cheribon pun didirikan. Kunjungan semakin meningkat setelah NV Mij Tot Exploitatie der Suikerfabriek Sindanglaoet (Pabrik Gula Sindang Laut) dibangun pada 1896.

Diduga Berdiri Awal 1900-an

Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang hotel ini. Namun dari sejumlah catatan sejarah, bangunan ini didirikan pada awal 1900-an, di mana tata kota di sana sudah beranjak modern dari yang sebelumnya hanya memiliki arsitektur bergaya keraton.

Hotel ini juga kerap dikenal sebagai Hotel Horning, karena pendiri sekaligus pemiliknya bernama Horning. Hotel ini seketika populer karena memiliki desain dan bangunan yang megah di masanya.

“Hotel Cheribon (Horning): geheel gerestaureerd, grote modern ingerichte eetzaal bondshotel (Hotel Cheribon (Horning): ruang makan yang sepenuhnya telah dipugar, besar, modern, hotel berikat),” tulis promosi di salah satu surat kabar yang terbit kala itu.

Jadi Tempat Nongkrong Java Motor Club

Jadi Tempat Nongkrong Java Motor Club
© 2024 merdeka.com

Mewahnya Hotel Cheribon tak ayal memantik minat kalangan konglomerat  Belanda, salah satunya Java Motor Club (JMC), untuk menjadikan hotel itu sebagai tempat nongkrong.

Daya tarik lain hotel ini adalah afiliasi mereka dengan JMC yang kemudian menggratiskan penggunaan garasi untuk parkir kendaraan. Di masa itu, garasi untuk kendaraan biasanya berbayar.

Hotel ini juga lama kelamaan terus berkembang, dan menjadi tiga besar hotel yang berdiri di Cirebon setelah Hollandia dan Hotel Insulinde.

Jadi Saksi Sejarah Industry Hotel di Cirebon

Pada 1919, hotel ini sebelumnya sempat ingin dibeli oleh Pemerintahan Belanda di Cirebon (Gemeente Cirebon). Tujuannya adalah diubah menjadi bangunan balai kota, namun tidak dikabulkan oleh pemerintah pusat karena dianggap tidak mewakili kepentingan publik.

Hotel ini kemudian berpindah tangan ke Yan Yoe Hok, setelah dibeli seharga 150.000 gulden. Hotel ini terus dikembangkan menjadi hotel mewah, dengan daya tarik restoran dan kamar berkelambu dan diubah nama menjadi Grand Cheribon.

Pada 1930, hotel ini kembali dipromosikan di surat kabar setempat, dengan mencantumkan foto interior dengan harga sewanya. Ini merupakan upaya di tengah pesatnya industri hotel yang ketika itu masif berdiri di sana. Salah satu koran yang mempromosikannya adalah De Locomotief yang terbit di Semarang pada 1935.

Kondisi Hotel Grand Cheribon saat ini

Kondisi Hotel Grand Cheribon saat ini
© 2024 merdeka.com

Di masa penjajahan Jepang, hotel ini menjadi penampungan orang Belanda, dan lambat laun hilang kabarnya.

Kini bekas bangunan bak itu diduga sudah menjadi bangunan Bank CCB yang berada di Jalan Yos Sudarso, Cangkol, Cirebon, nomor 14. Bangunan hotel diduga berada di samping bank tersebut, dengan kondisi yang tidak terpelihara.

Rekomendasi