Mengunjungi Petilasan Warok Singobowo, Tokoh Penting dalam Sejarah Reog Ponorogo yang Tak Banyak Dikenal Orang

Ia adalah gurunya para warok terkenal di Ponorogo.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mengunjungi Petilasan Warok Singobowo, Tokoh Penting dalam Sejarah Reog Ponorogo yang Tak Banyak Dikenal Orang
Mengunjungi Petilasan Warok Singobowo, Tokoh Penting dalam Sejarah Reog Ponorogo yang Tak Banyak Dikenal Orang (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Esksistensi kesenian Reog Ponorogo tak bisa dilepaskan dari sosok Singowo, salah satu prajurit Kerajaan Demak sekaligus pengawal Raden Bathoro Katong yang menjadi guru bagi para warok. Salah satu muridnya yang terkenal adalah Warok Suromenggolo.

Sosok Singobowo

Singobowo memiliki nama asli Singosari. Ia datang pertama kali ke daerah Ponorogo membersamai Bathoro Katong. Saat itu, Bathoro Katong bersama 40 prajurit Kerajaan Demak pergi menuju bekas Kerajaan Wengker dan menetap di sana.

Mengutip Facebook PonorogoKu, Ki Singosari bertugas menjadi telik sandi untuk Bathoro Katong. Selain itu, ia juga diberi tugas untuk babat alas Singosaren. 

Konon, nama desa Singosaren muncul berkat kejadian yang menimpa Ki Singosari. Pada suatu hari, Ki Singosari sedang tidur di bawah pohon asam, tiba-tiba jasadnya hilang. Desa ini kemudian diberi nama Singosaren. Artinya Ki Singo yang sedang tidur. 

Hingga kini, pohon asam tempah Ki Singo tidur ini tidak bisa berbuah. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada masa tua setelah undur diri dari tugas di Kadipaten Ponorogo, Ki Singosari menyingkir ke wilayah pegunungan Wilis. Di sana, ia jadi sosok yang dituakan dan dihormati dengan gelar Ki Ajar Wilis atau Ki Ajar Singobowo.

Gurunya Para Warok

Gurunya Para Warok
© 2024 merdeka.com/Wikimedia

Mengutip Instagram @purbosasongko_dalang, Ki Singobowo merupakan gurunya para warok Ponorogo yang fenomenal. Muridnya antara lain warok Surohandoko, warok Honggojoyo, dan warok  Suromenggolo.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Singowo turun dari lokasi semedinya di pegunungan Wilis untuk mendamaikan dua muridnya yang tengah bertikai, yakni warok Surohandoko dan warok Suromenggolo. Sejak saat itu, ia menetap dan menjadi penasihat di Kadipaten Ponorogo.

Ziarah

Hingga kini, petilasan Warok Singobowo masih sering jadi tujuan ziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Ponorogo dengan beragam tujuan, mulai ngalap berkah hingga meminta turun hujan.

Mengutip YouTube 
META HISTORIA CHANNEL, warga Desa Singosaren memiliki agenda rutin ziarah bersama di petilasan ini setiap tanggal 10 bulan Muharram pada kalender Hijriah atau pada hari Asyura.

Rekomendasi