Ini dia, Nunuk Maryati pemilik “supermarket” di atap rumah. Warga Kelurahan Kuciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini memang menyulap rooftopnya menjadi penyedia bahan pokok makanan seperti sayur sampai ikan segar.
Kebun di atap rumahnya ini pernah menjadi juara pertama lomba video berkebun yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang. Saat itu mengaku tidak berharap untuk menanang.
"Niatnya sebenarnya enggak mengejar juara, saya kirim video lomba saja di hari terakhir, alhamdulilah bangga sekali dan senang diapresiasi oleh DKP dan lebih semangat lagi untuk berkebun," kata dia, mengutip laman Pemkot Tangerang, Kamis (30/11).
Namun siapa sangka, dari hobinya berkebun, Nunuk menjadi lebih produktif dan dapat mengenalkan cara bertanam kepada khalayak. Padahal awalnya Ia hanya mencoba memanfaatkan lahan kosong di rumahnya seperti rooftop.
Advertisement
Membantu penghijauan
Nunuk mengatakan bahwa misi yang ia bawa dalam kegiatan berkebun di rumahnya ini adalah untuk membantu penghijauan lingkungan.
Ini didasarkan pada jenis tanaman yang bisa menghasilkan oksigen sehingga menambah segar lingkungan, dan mengurangi polusi udara.
"Penghijauan menghasilkan banyak oksigen, kita juga bisa sedekah oksigen ke tetangga yang enggak punya tanaman," ujarnya
Advertisement
Kebunku Supermarketku
Untuk jenis tanaman, Nunuk banyak membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, pakcoy, cabai, tomat dan lainnya. Kemudian ia juga menanam tanaman toga, buah-buahan juga beternak lele secara minimalis di dalam ember.
Banyaknya sayur dan buah yang ia tanam membuat Nunuk menjuluki atap rumahnya dengan istilah “kebunku supermarketku”
"Jadi selama ini tinggal metik untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Dibagikan ke tetangga
Salah satu tanaman yang menjadi unggulan di “supermarketnya” adalah lidah buaya.
Tak hanya dirinya yang ikut merasakan nikmatnya memanen sayuran serta buah, namun para tetangga sekitar juga ikut menikmati. Pasalnya, hasil panen juga biasa ia bagikan kepada para tetangga.
“Hasil panennya juga ada yang kita bagikan ke tetangga," ujarnya.
Advertisement
Dibeli pelaku UMKM
Hasil budidaya lidah buaya di tempatnya memang cukup maksimal. Tumbuhannya bisa berkembang baik, dan menarik minat pelaku usaha.
Bahkan, tanaman lidah buaya di tempatnya kerap dibeli oleh pelaku UMKM untuk dijadikan produk pangan, salah satunya minuman kesehatan yang dijual di supermarket ternama.
“Salah satu tanaman yang dapat dicoba untuk ditanam di rumah adalah lidah buaya. Lidah buaya juga banyak ditemui di pekarangan rumah lingkungan setempat,” tutupnya.
Advertisement
Gunakan kompos
Kecintaan terhadap kegiatan berkebun membuatnya terjun secara total. Bahkan untuk pemupukan, ia tidak menggunakan bahan instan, melainkan lebih suka mengolahnya menggunakan kompos yang diambil dari bank sampah sekitar.
Agar terbebas dari hama, ia juga memiliki resep tersendiri yakni membuat racikan dari bawang merah yang dihaluskan dan dicampur dengan air.
Menurut Nunuk, berkebun di lingkungan rumah cukup mudah dengan memanfaatkan lahan yang kosong agar produktif.