Apa yang terpikirkan jika mendengar kata penyedap rasa? Pasti tidak jauh dari micin atau garam. Kedua bahan tersebut memang terkenal membuat masakan jadi semakin lezat.
Tapi warga Cianjur punya alternatif lain yang lebih kaya rasa bernama tauco. Di daerah asalnya, tauco dibuat menggunakan kedelai yang difermentasi dan diawetkan. Dari proses inilah kelezatan itu muncul. Dirujuk dari laman Parti Gastronomi, Rabu (23/8), tauco sudah digunakan oleh warga Cianjur sejak 1800-an silam. Berikut kisah menariknya.
Advertisement
Pembuatan tauco dimulai dengan memilih kedelai berkualitas. Kemudian direbus dan dihaluskan. Setelah itu kedelai dicampur menggunakan tepung terigu. Ini masuk tahap fermentasi, di mana perpaduan tepung terigu dan kacang kedelai akan memunculkan jamur atau biang dari tauco itu sendiri. Setelahnya, kedelai fermentasi kembali dijemur beberapa waktu sampai mongering. Kedua bahan tadi kemudian masuk tahap pengasinan di dalam kendi-kendi khusus.
Advertisement
Mengutip Fimela, produsen tauco memang masih mempertahankan cara lama seperti di sentra Cap Meong Nyonya Tasma, di Cijedil, Kecamatan Cugenang.
Advertisement
Ciri khas tauco Cianjur memiliki rasa asin, gurih dan sedikit manis. Aromanya pun kuat. Kombinasi tiga jenis rasa ini kemudian mampu memperkaya kelezatan masakan. Biasanya tauco menjadi bumbu utama dari masakan berkuah seperti capcay, cah kangkung, tumis-tumisan dan beberapa jenis soto berkaldu pekat.
Advertisement
Menilik sejarahnya, tauco sebenarnya bukanlah berasal dari Cianjur, melainkan dari Tiongkok.
Adapun tekstur tauco sedikit kental dan pekat, dengan warna kecoklatan mirip sambal terasi.