Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah berupaya mencegah munculnya tawuran antar siswa di wilayahnya. Sejumlah solusi pun diproyeksikan seperti pelaksanaan kemah bersama dan pelarangan sahur on the road selama Ramadan.
Menurut Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, kegiatan kemah bersama yang disampaikannya akan mencegah terjadinya konflik sosial remaja, karena mereka akan dipertemukan di dalam satu kegiatan.
"Kumpulkan sekolah-sekolah yang selama ini masih terjadi konflik sosial. Mungkin saja bisa dengan apel gabungan atau kemah bersama antar pelajar, untuk lebih mengedukasi bagaimana pendidikan lebih penting daripada harus berselisih," kata dia, Senin (20/3), mengutip laman Pemkab Sumedang, Selasa (21/3).
Advertisement
Narkoba Menjadi Pemicu
Diungkapkan Erwan, pemicu terjadinya konflik tersebut salah satunya karena narkoba. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti agar para pelajar tidak sampai terjerumus terhadap obat-obatan terlarang itu.
"Jangan sekali-kali mencoba yang namanya narkoba. Tugas utama pelajar adalah belajar," kata Erwan menegaskan.
Erwan berharap agar kenakalan remaja bisa dijadikan sebagai pelajaran dan harus dihindari. Hal ini bisa merugikan banyak pihak, terlebih jika sampai meninggalkan korban jiwa.
“Jangan sampai terpengaruh oleh budaya luar dengan cara menolak bentuk pertikaian, perilaku vandalisme, permusuhan juga tawuran yang merugikan semua pihak,” ujarnya.
Advertisement
Pemkab Larang Sahur On The Road
Untuk saat ini, di Sumedang sendiri konflik sosial di kalangan pelajar masih terpantau terkendali.
"Saya pikir untuk razia atau tes urine di kalangan pelajar bisa saja dilakukan jika memang ada indikasi mengarah pada konflik sosial. Akan tetapi untuk saat ini tidak perlu hal-hal seperti itu. Karena situasi saat ini masih cukup terkendali," kata dia.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir beberapa waktu lalu menyampaikan pelarangan acara sahur on the road di wilayahnya karena dikhawatirkan memicu konflik sosial antar pelajar.
"Kami sepakat untuk menyetop kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan kerawanan sosial," terang bupati beberapa waktu lalu.
Berdasarkan hasil rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu pemicunya, sehingga penting untuk disampaikan.
"Seperti bulan puasa misalnya, kami tidak mengizinkan sahur on the road,” kata bupati.
Advertisement
Pertimbangkan Buka Puasa Bersama
Menurut dia, kegiatan lainnya yang menjadi pertimbangan pemkab adalah buka puasa bersama karena setelah selesai kegiatan tersebut dikhawatirkan adanya kegiatan kumpul-kumpul yang mengarah ke tindakan konvoi dan konflik sosial.
"Sedangkan untuk buka bersama, masih dipertimbangkan. Termasuk buka bersama antar SMA dilakukan oleh siswa siswi," lanjutnya.
Ia kemudian mengajak para siswa-siswi sekolah agar melakukan kegiatan buka puasa di rumah saja bersama keluarga karena dinilai lebih aman dari gangguan sosial.
"Kami mendahulukan mencegah mudaratnya. Buka di rumah masing-masing saja. Bisa dibayangkan dalam kondisi seperti ini, sekolah buka puasa bersama, siswa pada ngumpul, pulang konvoi pakai motor. Jadi kalau sahur on the road kami setop, untuk buka bersama kami pertimbangkan, diimbau tidak dilakukan," tuturnya.