Contoh Wawancara Singkat berbagai Topik, Cocok jadi Rekomendasi

Contoh wawancara akan memberikan Anda gambaran tentang pertanyaan-pertanyaan apa yang bisa Anda berikan untuk narasumber.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Contoh Wawancara Singkat berbagai Topik, Cocok jadi Rekomendasi
Ilustrasi wawancara kerja. ©Pixabay/Tumisu

Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih yang berlangsung antara pewawancara dan narasumber yang diwawancarai. Tujuan dari wawancara untuk mendapatkan informasi yang tepat langsung dari narasumber yang terpercaya.

Proses wawancara dilakukan dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan yang dilakukan oleh pihak pewawancara kepada narasumber. Kemudian narasumber akan menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan pengalaman atau pengetahuan yang dimilikinya.

Dengan adanya teknologi yang semakin maju, proses wawancara pun tak perlu sampai turun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan narasumber. Anda bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui telepon atau secara online.

Tapi bagi Anda yang pertama kali melakukan wawancara, contoh wawancara mungkin akan membantu melancarkan proses interview nantinya. Contoh wawancara akan memberikan Anda gambaran tentang pertanyaan-pertanyaan apa yang bisa Anda berikan untuk narasumber.

Melihat contoh wawancara ini penting, mengingat pewawancara seringkali lupa untuk mendapatkan informasi tertentu karena tidak menyiapkan berbagai pertanyaan dengan matang.

Berikut ini, kami akan sampaikan beberapa contoh wawancara singkat yang bisa Anda gunakan sebagai rekomendasi dalam proses wawancara, dikutip dari berbagai sumber.

Pewawancara: "Selamat pagi, Pak."

Pak Gunawan: "Selamat pagi."

Pewawancara: "Nama saya Saeful, Pak. Bolehkah saya tahu nama Bapak?"

Pak Gunawan: "Tentu saja boleh. Saya Pak Gunawan."

Pewawancara: "Saya ingin bertanya tentang aturan lalu lintas. Aturan lalu lintas itu contohnya apa saja, Pak?"

Pak Gunawan: "Contoh aturan lalu lintas banyak sekali. Contohnya antara lain pengemudi kendaraan bermotor harus mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), pengendara sepeda engine harus memakai helm, menaati lampu lalu lintas, dan menaati rambu-rambu lalu lintas. Apabila Adik akan menyeberang jalan harus melalui tempat penyeberangan jalan seperti jembatan penyeberangan dan zebra cross."

Pewawancara: "Lalu, apa fungsi dari aturan lalu lintas itu, Pak?"

Pak Gunawan: "Fungsinya untuk mengatur pengguna jalan raya supaya lalu lintas di jalan raya menjadi tertib dan teratur. Apabila tidak ada aturan lalu lintas, orang pasti akan berbuat semaunya. Akibatnya lalu lintas menjadi macet. Selain itu juga akan terjadi banyak kecelakaan. Jadi, aturan lalu lintas juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan itu sendiri."

Pewawancara: "Jadi semua orang harus mematuhi aturan lalu lintas ya, Pak?"

Pak Gunawan: "Betul sekali."

Pewawancara: "Terima kasih, Pak, atas penjelasannya. Sekarang saya tahu pentingnya aturan lalu lintas."

Pak Gunawan: "Terima kasih kembali. Hati-hati di jalan raya, ya!"

Pewawancara: "Baik, Pak."

Shahila: "Selamat pagi, Pak. Apa saya boleh mewawancarai Bapak sebentar? Ada yang hendak saya tanyakan tentang kebersihan di lingkungan sekolah ini, Pak."

Kepsek: "Selamat pagi, Nak. Tentu saja boleh."

Shahila: "Baik, Pak. Saya Shahila dari kelas 10 A. Sekolah kita ini bersih sekali ya, Pak? Apa kebijakan yang sekolah berikan?"

Kepsek: "Saya sangat bersyukur mengetahui banyak anak-anak di sekolah ini yang sayang terhadap lingkungan. Mereka bahkan rutin melakukan kerja bakti dengan inisiatifnya sendiri. Jadi, ya saya tinggal mengarahkan dan mengawasi saja."

Shahila: "Lalu, apakah ada peraturan khusus dari pihak sekolah untuk mengatur kebersihan yang ada?"

Kepsek: "Pihak sekolah menegaskan untuk menjaga lingkungan demi kenyamanan bersama. Kalau bicara tentang aturan khusus, sekolah melarang penggunaan kendaraan bermotor kecuali dengan izin khusus dari sekolah dan izin tersebut tidak bisa diberikan kepada sembarang orang. Hanya mereka yang rumahnya terlalu jauh dari sekolah, atau mereka yang dalam kegiatannya di sekolah memerlukan transportasi."

Shahila: "Lalu bagaimana dengan program adiwiyata yang digagas oleh pemerintah, Pak? Apakah sekolah ini menerapkan kebijakan tentang kebersihan lingkungan hanya saat ajang tersebut berlangsung?"

Kepsek: "Tentu saja tidak. Kami bersama dengan para guru, staf, dan juga murid yang ada berusaha untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekolah ini, dengan atau tidak adanya program adiwiyata. Lagi pula, bukankah seharusnya kebersihan sekolah ini menjadi mindset dan bukan ajang pamer? Apa gunanya pamer piala kebersihan jika sekolah tidak benar-benar bebas dari sampah dan polusi? Karenanya, kami selalu menegaskan bahwa menjaga lingkungan sekolah tetap bersih itu sama pentingnya dengan belajar."

Shahila: "Baik, Pak. Terima kasih atas waktu yang sudah disediakan. Saya pamit masuk kelas dulu."

Kepsek: "Sama-sama, Nak."

Amel: “Assalamualaikum, Pak. Boleh saya minta waktunya sebentar? Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.”

Pak Soleh: “Wa'alaikumsalam. Silakan masuk.”

Amel: “Saya hendak mengkajikan beberapa pertanyaan terkait penggunaan sumber energi. Menurut bapak, apa tujuan dari menghemat energi?

Pak Soleh: “Jenis energi yang banyak digunakan hingga saat ini adalah jenis yang tidak terbarukan. Dan sekarang ini, sumber energi tidak terbarukan sudah menipis, malah ada beberapa yang sudah habis.

Padahal Kita saja belum menemukan penggantinya yang memiliki kualitas sama. Jadi bisa dibilang, menghemat energi bertujuan agar jumlah energi yang tinggal sedikit ini bisa digunakan secara optimal hingga substitusi dengan kualitas sama berhasil ditemukan.”

Amel: “Lalu bagaimanakah upaya yang bisa Kita lakukan untuk menghemat energi?”

Pak Soleh: “Kita bisa mulai dengan hal yang paling sederhana seperti mematikan keran setelah selesai menggunakan air, mematikan lampu saat tidak digunakan, mengganti kendaraan bermotor milik pribadi dengan transportasi umum, hingga memilih untuk jalan kaki jika memungkinkan.”

Amel: “Baik, Pak. Saya sudah paham. Terima kasih atas waktunya, saya pamit dulu. Wassalamualaikum.”

Pak Soleh: “Wa'alaikumsalam.”

Saya: "Selamat sore, Pak"

Narasumber: "Selamat sore juga. Ada yang bisa saya bantu?"

Saya: "Apa boleh saya mewawancarai Anda?"

Narasumber: "Ya, boleh silakan."

Saya: "Perkenalkan saya Ahmad Fatoni, siswa dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Saya ingin mewawancarai Anda mengenai Perpustakaan Kota di Bandar Lampung. Saya mulai pertanyaan pertama, menurut Anda bagaimana keadaan perpustakaan kota di Bandar Lampung saat ini?"

Narasumber: "Bisa dibilang lebih maju. Kualitasnya sudah mulai diperbaiki. Koleksi-koleksi bukunya pun saat ini sudah mengikuti perkembangan zaman."

Saya: "Sebenarnya seberapa penting perbaikan kualitasnya?"

Narasumber: "Bagi perpustakaan yang benar-benar berorientasi pada pendidikan sangat penting. Ini untuk mendorong minat baca masyarakat."

Saya: "Buku apa yang paling menarik minat baca masyarakat menurut Anda?"

Narasumber: "Yang saya ketahui masyarakat terutama generasi muda lebih berminat pada buku cerita."

Saya: “Mengapa buku cerita menjadi penarik minat pertama para pembaca?"

Narasumber: "Karena mungkin berhubungan dengan orientasi pendidikan sekarang yang dirasa membosankan. Jadi pendidikan saat ini seharusnya tidak sekadar mencari pengetahuan semata, tetapi juga yang meningkatkan minat baca."

Saya: "Siapakah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengubah minat baca dari buku cerita ke buku pengetahuan?"

Narasumber: "Menurut saya pihak keluarga yang utama dan selanjutnya adalah pihak guru di sekolah."

Saya: "Saya rasa hanya itu yang ingin saya tanyakan, terima kasih atas waktu luangnya. Selamat sore."

Narasumber: "Ya. Sama-sama. Selamat sore juga."

Nirina: “Selamat pagi, Pak”

Petani: “selamat pagi. Apa ada yang bisa saya bantu, Dek?”

Nirina: “saya sedang melakukan penelitian tentang hama dan penyakit yang banyak menyerang tumbuhan jagung. Apa saya boleh mewawancarai bapak sekarang?”

Petani: “boleh, Nak. Silakan.”

Nirina: “biasanya, hama apa saja yang menyerang tumbuhan jagung pak?”

Petani: “untuk hama sendiri, ada banyak jenisnya. Sebut saja ulat, belalang daun, wareng. Semuanya itu biasa menyerang tumbuhan jagung.”

Nirina: “lalu untuk penyakit yang bisa menyerang tumbuhan jagung, ada apa saja ya pak?”

Petani: “penyakit gosong bengkak, bercak daun, busuk biji, hingga penyakit bulai banyak menyerang tumbuhan jagung.”

Nirina: “ternyata kendala yang bapak hadapi dari hama dan penyakit cukup banyak, ya?”

Petani: “ya, begitulah. Sudah menjadi resiko tersendiri sih.”

Nirina: “baik pak terima kasih atas informasinya. Saya rasa ini sudah cukup.”

Petani: “sama-sama, Nak. Saya akan lanjutkan pekerjaan saya dulu.”

Rekomendasi