Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), katapleksi adalah gangguan otak yang menyebabkan hilangnya tonus dan kontrol otot secara tiba-tiba dan sementara.
Dalam banyak kasus, episode (atau "serangan kataplektik") dipicu oleh emosi yang kuat atau ekstrem, misalnya seperti kemarahan, stres, kecemasan, ketakutan, suasana hati yang tertekan, kegembiraan, dan tawa.
Sebagian besar orang yang mengalami katapleksi sebagai akibat dari narkolepsi tipe 1, yaitu gangguan tidur dan neurologis kronis di mana otak kesulitan mengontrol siklus bangun dan tidur dengan benar. Dalam kasus yang sangat jarang, katapleksi dilaporkan terjadi pada individu tanpa narkolepsi.
Hidup dengan katapleksi memang cukup menantang. Anda tidak bisa selalu mengontrol emosi atau respons emosional Anda, sehingga serangan kataplektik dapat terjadi secara acak.
Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan apa saja penyebab katapleksi yang dikutip dari sleepfoundation.org.
Advertisement
Meski penyebab katapleksi masih diselidiki, kebanyakan orang dengan katapleksi menunjukkan hilangnya sel-sel otak tertentu yang menghasilkan hormon orexin (juga disebut hypocretin). Orexin memainkan peran penting dalam siklus tidur-bangun.
Hubungan antara orexin (hypocretin) dan katapleksi banyak berasal dari penelitian narkolepsi tipe 1. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa faktor dapat menyebabkan hilangnya orexin pada orang dengan narkolepsi tipe 1.
- Gangguan autoimun: Hilangnya sel yang memproduksi orexin terkait dengan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Pada gangguan autoimun, tubuh secara tidak sengaja menyerang jaringan sehatnya sendiri. Ada semakin banyak bukti bahwa narkolepsi tipe 1 mungkin disebabkan oleh sistem kekebalan yang menyerang sel yang memproduksi orexin.
- Riwayat keluarga: Meskipun hubungan genetik potensial tidak sepenuhnya dipahami, sekitar 10% orang dengan narkolepsi tipe 1 memiliki anggota keluarga atau kerabat yang memiliki gejala serupa.
- Cedera otak: Beberapa orang dengan narkolepsi tipe 1 kehilangan sel otak yang mengandung orexin karena cedera otak, tumor, dan penyakit yang didapat lainnya.
Advertisement
Katapleksi tidak selalu dikaitkan dengan narkolepsi. Sekitar 30% episode katapleksi juga dikaitkan dengan gangguan lain, termasuk:
- Penyakit Niemann-Pick tipe C (NPC): NPC adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengangkut lipid seperti kolesterol di dalam sel, yang menyebabkan akumulasi zat lemak di jaringan tubuh. Orang yang didiagnosis dengan NPC mungkin mengalami berbagai gejala neurologis, termasuk gangguan kognitif, demensia, dan juga menjadi penyebab katapleksi.
- Sindrom Prader-Willi: Sindrom Prader-Willi adalah kondisi genetik yang dimulai pada masa kanak-kanak, yang menyebabkan kesulitan makan, pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda, dan nafsu makan yang tak terpuaskan. Dalam kondisi ini, kegembiraan dan makanan dapat menjadi penyebab katapleksi.
- Sindrom Angelman: Kelainan genetik ini memengaruhi sistem saraf, menyebabkan kecacatan intelektual, gangguan bicara, dan masalah dengan gerakan dan keseimbangan.
- Stroke, tumor otak, proses inflamasi otak yang melukai neuron orexin.
Dalam kasus yang jarang terjadi, penyebab katapleksi juga bisa karena hasil dari efek samping obat. Suvorexant, obat untuk insomnia yang menghambat orexin, dapat menyebabkan katapleksi dalam kasus yang jarang terjadi.
Untungnya, katapleksi biasanya menghilang setelah pasien berhenti minum obat ini.
Advertisement
Katapleksi dan narkolepsi dengan katapleksi dapat diobati dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Obat-obatan tidak akan menyembuhkan narkolepsi atau katapleksi, tetapi dapat membantu dalam mengelola gejala.
Obat-obatan
Obat umum untuk katapleksi (dengan atau tanpa narkolepsi) meliputi:
- antidepresan trisiklik, seperti clomipramine (Anafranil)
- inhibitor serapan serotonin selektif (SSRI), jenis antidepresan lain, seperti fluoxetine (Prozac) atau venlafaxine (Effexor XR)
- sodium oxybate (Xyrem), yang dapat membantu katapleksi dan kantuk di siang hari
Obat yang digunakan untuk mengobati narkolepsi dengan katapleksi meliputi:
- modafinil (Provigil), yang mengurangi rasa kantuk dan dapat membantu Anda merasa lebih waspada
- stimulan yang menyerupai amfetamin, yang membuat Anda tetap waspada
Beberapa obat ini dapat memiliki efek samping yang mengganggu, seperti kegugupan, irama jantung yang tidak normal, dan perubahan suasana hati. Obat ini juga berisiko menjadi kecanduan. Bicaralah dengan dokter tentang obat-obatan ini sebelum meminumnya jika Anda khawatir dengan efek ini.
Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup tertentu dapat membuat gejala katapleksi dan narkolepsi lebih tertahankan.