Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi tersebut meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.
Namun jika Anda hanya memiliki satu dari kondisi tersebut bukan berarti Anda memiliki sindrom metabolik. Namun itu berarti Anda memiliki risiko penyakit serius yang lebih besar. Dan jika Anda mengalami lebih banyak kondisi ini, risiko komplikasi, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, akan meningkat lebih tinggi lagi.
Sindrom metabolik adalah salah satu gangguan gaya hidup yang paling umum di dunia. Kebiasaan makan yang tidak sehat, gaya hidup yang kurang gerak, dan kurangnya aktivitas fisik adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan sindrom metabolik.
Jika tidak diobati, kondisi ini akan menyebabkan kelainan metabolisme kronis yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, selain penting untuk mencegahnya, tanda sindrom metabolik juga wajib diketahui agar dapat segera mendapat penanganan. Berikut ini, kami akan sampaikan apa saja tanda sindrom metabolik yang perlu diwaspadai beserta cara mencegahnya, dilansir dari epichs.org.
Advertisement
Tanda sindrom metabolik yang pertama adalah adanya peningkatan kadar gula darah. Tingkat gula darah yang lebih dari 100 miligram per desiliter dianggap sebagai kondisi pra-diabetes yang, jika dibiarkan tidak terkontrol, akan menempatkan Anda pada peningkatan risiko sindrom metabolik. Demikian pula, diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan) dan riwayat keluarga diabetes tipe-2, juga meningkatkan kemungkinan Anda mengalami sindrom metabolik.
Peningkatan Tekanan Darah
Tanda sindrom metabolik yang kedua yaitu peningkatan tekanan darah. Dikenal sebagai "Silent Killer", tekanan darah tinggi adalah kondisi kesehatan yang mengancam jiwa. Ini terjadi ketika kekuatan darah pada dinding arteri Anda cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan pada arteri dan jantung.
Tekanan darah tinggi juga meningkatkan beban kerja pada jantung dan pembuluh darah, membuat mereka bekerja lebih keras dan tidak efisien. Pada gilirannya, kondisi ini menyebabkan melemahnya otot jantung dan masalah jantung serta masalah kesehatan lainnya.
Advertisement
Tanda sindrom metabolik yang ketiga yakni meningkatnya kadar trigliserida. Trigliserida adalah jenis lemak yang paling umum dalam tubuh. Mereka menyimpan kelebihan energi dari makanan yang dimakan, dan kadarnya meningkat ketika Anda mengonsumsi lebih banyak lemak daripada yang dibutuhkan tubuh.
Peningkatan kadar trigliserida (lebih dari 150 miligram per desiliter) menyebabkan penumpukan lemak di dalam dinding arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Berkurangnya Tingkat HDL
Tanda sindrom metabolik yang keempat adalah berkurangnya tingkat HDL. Dikenal sebagai "kolesterol baik", HLD atau lipoprotein densitas tinggi dapat melindungi tubuh Anda dari serangan jantung dan stroke.
Adanya HDL juga mengarah pada penghapusan LDL (lipoprotein densitas rendah) atau kolesterol jahat dari arteri Anda. Tingkat HDL yang rendah memungkinkan LDL menumpuk di arteri, sehingga menyebabkan penyempitan dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.
Lingkar Pinggang Besar
Tanda sindrom metabolik yang kelima yaitu lingkar pinggang yang besar. Lingkar pinggang yang besar atau tubuh "berbentuk apel" menandakan peningkatan timbunan lemak di sekitar area perut Anda. Kondisi ini meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan sindrom metabolik. P
ria yang memiliki ukuran pinggang lebih dari 40 inci dan wanita yang memiliki ukuran pinggang lebih dari 35 inci memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik.
Advertisement
Untuk mencegah tanda sindrom metabolik, Anda harus mencoba makan banyak sayuran berdaun hijau, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Cobalah untuk memasukkan setidaknya tiga porsi sayuran dan dua porsi buah dalam diet. Juga, Anda bisa makan gandum utuh, sereal berserat tinggi, minum susu bebas lemak atau yang rendah lemak serta konsumsi produk susu rendah lemak.
Tetap Aktif
Cobalah untuk tetap seaktif mungkin secara fisik. Lari, joging, berjalan, berolahraga apa saja, yang penting sertakan aktivitas fisik sedang hingga berat dalam rutinitas Anda setidaknya selama 30 menit sehari, 5 hari seminggu. Anda harus mencoba mengganti waktu yang Anda habiskan untuk kebiasaan diam Anda dengan pekerjaan yang melibatkan penggunaan otot secara aktif, seperti bersih-bersih, pekerjaan halaman, atau aktivitas lainnya.
Batasi Lemak Jenuh dan Garam
Untuk mencegah atau membalikkan sindrom metabolik, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans. Anda harus mengganti lemak padat ] dengan minyak nabati, seperti minyak zaitun atau minyak canola dan coba batasi asupan produk makanan yang digoreng dan berlemak.
Advertisement
Stres adalah salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kemunculan tanda-tanda sindrom metabolik. Kelola stres Anda dengan menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Berlatih yoga, meditasi, dan teknik relaksasi dan pernapasan dalam lainnya untuk mengatasi stres sehari-hari.
Pertahankan Berat Badan Ideal
Jika Anda kelebihan berat badan, cobalah untuk mendapatkan berat badan ideal Anda. Untuk ini, batasi atau hilangkan “junk food” dari diet. Hindari makanan yang mengandung lemak padat, lemak trans, tepung putih, gula tambahan, dan sodium tinggi. Hindari soda dan minuman manis berkalori tinggi yang mengandung sedikit atau bahkan tanpa nutrisi. Pasangkan kebiasaan makan sehat dengan rutinitas olahraga yang ketat untuk menurunkan berat badan.
Berhenti Merokok
Merokok menyebabkan peningkatan risiko pembekuan darah, kolesterol tinggi, deposit plak dan serangan jantung. Agar tetap sehat, Anda harus berhenti merokok sedini mungkin. Jika Anda minum minuman beralkohol, Anda harus mencoba melakukannya dalam jumlah sedang.