Bacaan Doa saat Hujan Berdasarkan Hadis, Jadi Waktu Mustajab untuk Berdoa

Doa saat hujan adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam pun juga mengerjakannya.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Bacaan Doa saat Hujan Berdasarkan Hadis, Jadi Waktu Mustajab untuk Berdoa
Ilustrasi hujan. wallpaperflare.com

Hujan adalah sumber kehidupan di dunia. Air yang turun dari langit memainkan peran penting bagi kehidupan di Bumi sebagai bagian dari siklus hidrologi.

Ketika uap air dari laut menguap ke atas, mengembun menjadi tetesan, dan mengendap dari langit di atas permukaan bumi, air kemudian mengalir ke seluruh dunia. Berkat proses inilah kita memiliki kondisi yang cocok untuk beragam ekosistem, sumber daya, dan irigasi tanaman.

Dalam Islam, hujan yang turun adalah suatu rezeki dan berkah bagi setiap makhluk. Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya,

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (QS. Qaaf: 9-11).

Namun sayangnya, tidak sedikit orang-orang yang mengeluh dengan turunnya hujan. Mereka menganggap hujan sebagai penghambat aktivitas dan berharap segera berhenti. Padahal, air yang turun dari langit ini merupakan nikmat dan rahmat yang Allah SWT beri untuk makhluk ciptaannya.

Tak hanya itu, hujan juga dijadikan sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Ini artinya, doa kita akan semakin mudah terkabul saat dipanjatkan di kala hujan turun.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal).

Dari penjelasan tersebut kita tahu bahwa doa saat hujan adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam pun juga mengerjakannya. Dan untuk mengamalkannya, Anda harus tahu bagaimana bacaan doa saat hujan.

Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan bacaan doa saat hujan beserta artinya, yang dikutip dari rumaysho.com didasarkan pada hadis.

Dalam Islam, waktu hujan disebut sebagai waktu mustajabnya doa. Dalam hadis dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

Oleh karena itu, akan sangat disayangkan jika kita melewatkan waktu hujan tanpa berdoa, atau bahkan malah mengeluh dengan kondisi hujan tersebut. Hujan adalah nikmat dari Allah SWT, dan menjadi waktu di mana doa kita lebih mudah terkabul.

Untuk bacaan doa saat hujan, Anda bisa lihat melalui hadis dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari).

Ibnu Baththol mengatakan tentang hadis doa saat hujan ini, ”Hadis ini berisi anjuran untuk berdoa ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”

Selain ada doa saat hujan di atas, ada pula bacaan doa saat hujan yang lebat. Doa ini dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau meminta diturunkan hujan. Namun, saat hujan turun begitu lebat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon pada Allah SWT agar cuaca kembali dicerahkan.

Pada saat itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari).

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa doa saat hujan di atas bisa diamalkan saat hujan semakin lebat, atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya.

Ada beberapa keimanan yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim terkait dengan turunnya hujan. Yang paling utama adalah bahwa turunnya hujan adalah kehendak Allah SWT, dan tidak ada makhluk lain yang mampu menurunkannya.

Allah Ta’ala berfirman,

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2).

Al Qurthubi mengatakan bahwa sebagian ulama menafsirkan rahmat dalam ayat ini sebagai hujan atau rizki.

Kemudian keimanan lain adalah bahwa beristighfar dapat menurunkan hujan. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman,

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).

Lalu ada sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah,

"Sesungguhnya seseorang mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Rekomendasi