9 Manfaat DHA untuk Kesehatan Tubuh, Asam Lemak yang Baik bagi Ibu Hamil

Docosahexaenoic acid, atau DHA, adalah asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak selama kehamilan dan anak usia dini. DHA juga berkaitan dengan peningkatan kesehatan jantung, penglihatan yang lebih baik, dan pengurangan respons peradangan.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
9 Manfaat DHA untuk Kesehatan Tubuh, Asam Lemak yang Baik bagi Ibu Hamil
Ilustrasi ikan kembung. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Omega-3 adalah asam lemak esensial yang memainkan peran penting dalam tubuh dan memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, Anda harus mendapatkan nutrisi ini dari makanan.

Terdapat tiga jenis omega-3, dan salah satunya adalah DHA (asam dokosaheksaenoat), sedangkan dua lainnya adalah ALA (asam alfa-linolenat) dan EPA (asam eicosapentaenoic).

Docosahexaenoic acid, atau DHA, adalah asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak selama kehamilan dan anak usia dini. DHA juga berkaitan dengan peningkatan kesehatan jantung, penglihatan yang lebih baik, dan pengurangan respons peradangan.

DHA secara alami diproduksi tubuh kita, namun hanya dalam jumlah yang kecil. Oleh karena itu, untuk mencapai jumlah yang cukup, DHA perlu diambil melalui makanan seperti ikan, daging dari hewan yang diberi makan rumput, produk susu dan telur dari hewan yang dibesarkan di padang rumput. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan DHA dalam bentuk suplemen, seperti minyak ikan.

Bersama dengan EPA, DHA dapat membantu mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung. Namun, DHA sendiri juga dapat memberi manfaat bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat DHA untuk kesehatan tubuh yang dirangkum dari healthline.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Manfaat DHA yang pertama adalah untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Sebagian besar studi menguji DHA dan EPA secara bersama-sama. Namun, beberapa penelitian yang menguji DHA saja menunjukkan bahwa nutrisi ini mungkin lebih efektif daripada EPA untuk meningkatkan beberapa penanda kesehatan jantung.

Dalam satu penelitian pada 154 orang dewasa yang obesitas, dosis harian 2.700 mg DHA selama 10 minggu meningkatkan indeks omega-3 sebesar 5,6%. Dosis harian EPA yang sama hanya meningkatkan indeks omega-3 sebesar 3,3%.

DHA juga membantu menurunkan trigliserida darah lebih dari EPA dan meningkatkan kolesterol “baik” HDL sebesar 7,6%. Ini lebih besar dari apa yang bisa didapat dari EPA.

Menurunkan ADHD

Manfaat DHA yang kedua yaitu untuk menurunkan ADHD. Sebagai lemak omega-3 utama di otak, DHA membantu meningkatkan aliran darah selama aktivitas mental. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan ADHD umumnya memiliki kadar DHA yang rendah dalam darah.

Dalam tinjauan baru-baru ini, tujuh dari sembilan penelitian yang menguji efek suplemen DHA pada anak-anak dengan ADHD menunjukkan adanya beberapa perbaikan, seperti yang berkaitan dengan perhatian atau perilaku.

Misalnya, dalam penelitian besar selama 16 minggu pada 362 anak, mereka yang mengonsumsi 600 mg DHA setiap hari mengalami penurunan dalam perilaku impulsif sebesar 8%.

Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur

Manfaat DHA yang ketiga yakni untuk mengurangi risiko kelahiran prematur. Analisis dari dua penelitian besar menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 600-800 mg DHA setiap hari selama kehamilan dinilai dapat mengurangi risiko kelahiran prematur lebih dari 40% di AS dan 64% di Australia, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan Anda mendapatkan jumlah DHA yang cukup saat Anda sedang hamil, baik melalui diet, suplemen, atau keduanya. Disarankan wanita hamil untuk makan 8 ons (226 gram) ikan rendah merkuri dan kaya omega-3 setiap minggu.

Melawan Peradangan

Manfaat DHA yang keempat adalah untuk membantu melawan peradangan. Sifat anti-inflamasi DHA dapat mengurangi risiko penyakit kronis yang umum terjadi seiring bertambahnya usia, seperti penyakit jantung dan gusi, dan menurunkan kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, yang menyebabkan nyeri sendi.

Misalnya, dalam penelitian 10 minggu pada 38 orang dengan rheumatoid arthritis, 2.100 mg DHA setiap hari menurunkan jumlah sendi yang bengkak sebesar 28%, dibandingkan dengan plasebo.

Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan suplemen yang menggabungkan DHA dan EPA membantu memperbaiki gejala rheumatoid arthritis, penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa nutrisi DHA saja dapat mengurangi peradangan dan meredakan gejala.

Mendukung Pemulihan Otot setelah Olahraga

Manfaat DHA yang kelima untuk mendukung pemulihan otot. DHA dapat membantu mengurangi nyeri otot dan keterbatasan dalam rentang gerak setelah berolahraga, karena efek anti-inflamasinya. Manfaat ini didapat baik dari DHA sendiri atau dalam kombinasi dengan EPA.

Dalam sebuah penelitian, 27 wanita yang mengonsumsi 3.000 mg DHA setiap hari selama seminggu mengalami 23% lebih sedikit nyeri otot setelah melakukan bicep curl dibandingkan kelompok plasebo.

Demikian pula, ketika 24 pria yang mendapatkan tambahan asupan 260 mg DHA dan 600 mg EPA setiap hari selama delapan minggu. Mereka tidak mengalami penurunan rentang gerak setelah latihan penguatan siku, sedangkan pria dalam kelompok plasebo mengalami penurunan 18%.

Membantu Beberapa Kondisi Mata

DHA dan lemak omega-3 dapat memperbaiki mata kering dan penyakit mata diabetes (retinopati). Terlebih lagi, dua penelitian terbaru menunjukkan bahwa DHA dapat mengurangi ketidaknyamanan lensa kontak dan risiko glaukoma.

Dalam satu studi 12 minggu pada pemakai lensa kontak, 600 mg DHA dan 900 mg EPA setiap hari dapat menurunkan ketidaknyamanan mata sebesar 42%.

Selain itu, 500 mg DHA dan 1.000 mg EPA setiap hari selama tiga bulan akan menurunkan tekanan mata pada orang yang sehat sebesar 8%. Tekanan mata yang meningkat merupakan faktor risiko glaukoma, penyakit yang secara bertahap mengikis penglihatan.

Menurunkan Tekanan Darah

DHA mendukung aliran darah yang baik, dan dapat meningkatkan fungsi endotel, yaitu kemampuan pembuluh darah untuk melebar.

Sebuah tinjauan dari 20 penelitian menemukan bahwa DHA dan EPA juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meskipun setiap lemak tertentu dapat mempengaruhi aspek yang berbeda.

DHA mengurangi tekanan darah diastolik (angka bawah pembacaan) rata-rata 3,1 mmHg, sementara EPA mengurangi tekanan darah sistolik (angka atas pembacaan) rata-rata 3,8 mmHg.

Membantu Perkembangan Otak dan Mata pada Bayi

Manfaat DHA yang berikutnya adalah untuk membantu perkembangan otak dan mata bayi. Penting bagi wanita untuk mendapatkan DHA yang cukup selama kehamilan dan saat menyusui.

Dalam sebuah penelitian pada 82 bayi, kadar DHA ibu sebelum melahirkan menyumbang 33% dari perbedaan kemampuan pemecahan masalah anak pada usia satu tahun, yang menunjukkan hubungan antara tingkat DHA yang lebih tinggi pada ibu dan pemecahan masalah yang lebih baik pada anak-anak mereka.

Mendukung Kesehatan Reproduksi Pria

Manfaat DHA yang terakhir yaitu untuk mendukung kesehatan reproduksi pria. Hampir 50% kasus infertilitas disebabkan oleh faktor kesehatan reproduksi pria, dan asupan lemak dari makanan terbukti mempengaruhi kesehatan sperma.

Faktanya, status DHA yang rendah adalah penyebab paling umum dari sperma berkualitas rendah dan sering ditemukan pada pria dengan masalah subfertilitas atau infertilitas. Mendapatkan DHA yang mendukung vitalitas dan motilitas sperma, dapat berdampak pada kesuburan.

Rekomendasi