Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya

Bacaan bilal sholat Idul Fitri dikumandangkan setiap tanggal 1 Syawal. Saat sholat Idul Fitri seorang bilal atau muazin tidak dianjurkan untuk mengumandangkan lafal azan dan lafal iqamah. Namun, melafalkan bacaan bilal sholat Idul Fitri.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya
ilustrasi sholat. mvslim.com

Bacaan bilal sholat Idul Fitri dikumandangkan setiap tanggal 1 Syawal.Saat sholat Idul Fitri seorang bilal atau muazin tidak dianjurkan untuk mengumandangkan lafal azan dan lafal iqamah. Namun, melafalkan bacaan bilal sholat Idul Fitri.

Bacaan bilal sholat Idul Fitri dianjurkan untuk menyeru dengan ‘as-shalāta(u) jāmi‘ah’ sebagaimana riwayat Az-Zuhri RA bahwa ia diseru dengan kalimat demikian.”

Berikut lebih jauh informasi mengenai bacaan bilal sholat Idul Fitri, lengkap dengan arti dan penjelasannya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online.

Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri


Bilal dan muazin dianjurkan untuk menyeru dengan lantang

“as-shalāta(u) jāmi‘ah.”

الصَّلَاةَ جَامِعَةً As-shalāta(u) jāmi‘ah.

Artinya, “(Marilah) shalat Idul Fitri berjamaah.”

Selanjutnya bilal juga dapat menambahkan beberapa kata pada lafal seruan “as-shalāta(u) jāmi‘ah.” Penting untuk diingat bahwa bisa saja lafal seruan setelah penambahan ini dapat berbeda-beda di setiap masjid dan mushola.

Berikut ini adalah bacaan bilal sholat Idul Fitri, salah satu seruan bilal yaitu:

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri jāmi‘ah rahimakumullāh.
As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri jāmi‘ah rahimakumullāh.
As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil fithri lā ilāha illallāh.


Arti seruan bacaan bilal sholat Idul Fitri:

“(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… sunnah Idul Fitri berjamaah. Semoga allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua.

(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Fitri berjamaah. Semoga allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Fitri berjamaah. Tiada tuhan selain Allah.”

Seruan Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri

Seruan bacaan bilal sholat Idul Fitri dapat ditemukan pada Kitab Al-Muhadzdzab dan syarahnya Al-Majmu’ sebagai berikut: ولا يؤذن لها ولا يقام لما روى عن بن عباس رضي الله عنهما قال " شهدت العيد مع رسول الله صلي الله عليه وسلم ومع أبي بكر وعمر وعثمان رضي الله عنهم فكلهم صلى قبل الخطبة بغير اذان ولا اقامة " والسنة أن ينادى لها الصلاة جامعة لما روى عن الزهري أنه كان ينادى به

Artinya, “Pada salat Idul Fitri terdapat kumandang azan dan iqamah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas RA ‘Aku menyaksikan shalat Id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Ustman RA. Mereka semua melakukan salat sebelum khotbah tanpa azan dan iqamah.’

Bilal dianjurkan untuk menyeru dengan ‘as-shalāta(u) jāmi‘ah’ sebagaimana riwayat Az-Zuhri RA bahwa ia diseru dengan kalimat demikian.” (Lihat Imam As-Syairazi, Al-Muhadzdzab dalam Kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab.

Niat Sholat Idul Fitri

Setelah mengetahui bacaan bilal sholat Idul Fitri, berikut tata cara sholat Idul Fitri dan niatnya. 

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Usholli rakataini sunnatan liidil fitri (mamumam/imaman) lillahi taala.

Artinya: Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah taala.

Hukum melafalkan niat ini merupakan sunnah, yang wajib adalah secara sadar dan sengaja dalam batin berniat akan menunaikan sholat sunnah idul fitri. Sebelum imam dan makmum berniat, dimulai tanpa azan dan iqamah karena tidak disunnahkan. Cukup hanya dengan seruan ash-shalaatul jami'ah.

Tata Cara Sholat Idul Fitri

1. Niat sholat idul fitri

2. Takbiratul ihram

3. Membaca Doa Iftitah

Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."

4. Takbir (takbir zawa-id) sebanyak tujuh kali. Diantara setiap takbir, membaca kalimat tasbih yakni:

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar."

Bacaan setelah setiap takbir ini tidak dibatasi dengan bacaan di atas saja ya. Kamu juga boleh membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah SWT. Dan juga kamu boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut.

5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah

6. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya

Jika kamu seorang makmum, maka kamu cukup menyimak surat lainnya yang dibacakan oleh imam.

7. Ruku' dengan tuma'ninah

8. I'tidal dengan tuma'ninah

9. Sujud dengan tuma'ninah

10. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

11. Sujud kedua dengan tuma'ninah

12. Bangkit dari sujud dan bertakbir

13. Takbir (takbir zawa-id ) lagi sebanyak lima kali, diantara takbir membaca kalimat tasbih seperti di atas kembali.

14. Membaca surat Al Fatihah

15. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya

Sama seperti sebelumnya, jika kamu seorang makmum, kamu cukup menyimak surat lainnya yang dibacakan oleh imam.

16. Ruku' dengan tuma'ninah

17. I'tidal dengan tuma'ninah

18. Sujud dengan tuma'ninah

19. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

20. Sujud kedua dengan tuma'ninah

21. Duduk tasyahud dengan tuma'ninah

22. Salam

23. Mendengarkan khotbah

Meskipun hukum mendengarkan khotbah adalah sunnah, akan lebih baik jika kamu tetap duduk dan mendengarkannya.

Rekomendasi