Viral Preman Mengaku Jadi Korban Pungli di Pasar Bogor, Ini Fakta Terbarunya

Viral video perempuan mengaku pamannya melaporkan praktik pungli di Pasar Bogor ditangkap polisi. Kasatpol PP Kota Bogor jelaskan hal sebaliknya. Ini fakta terbarunya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Viral Preman Mengaku Jadi Korban Pungli di Pasar Bogor, Ini Fakta Terbarunya
Ilustrasi pungli. ©2022 Merdeka.com/Liputan6.com

Beberapa waktu lalu, video yang menunjukkan seorang perempuan menangis histeris di depan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Pasar Bogor, Jawa Barat viral di media sosial.

Perempuan berbaju merah dan berkerudung hitam itu menangis histeris menceritakan nasib pamannya yang bernama Ujang Sarjana.

Ia mengungkapkan bahwa sang paman ditangkap aparat saat melaporkan adanya pungutan liar (pungli) di Pasar Bogor.

“Tolong kami, bapak. Tolong kami, bapak. Om saya melaporkan pungli malah ditangkap polisi. Mana mau lebaran, anaknya empat,” ujar perempuan muda itu, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @infodepok24, Jumat (22/4).

Tanggapan Satpol PP

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO DEPOK (@infodepok24)

Merespons video viral perempuan yang mengaku sebagai keponakan Ujang Sarjana, Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach memberikan tanggapannya. 

Berbeda dengan pengakuan perempuan dalam video, Agustian mengungkapkan bahwa sebenarnya Ujang Sarjana adalah preman. 

Selain itu, ia juga memastikan tidak ada pungli di Pasar Bogor. "Saya pastikan tidak ada anggota saya pungli di Pasar Bogor. Kalau ada anggota saya yang bermain pungli, saya akan pecat," tutur Agustian, Jumat (22/4).

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pengakuan perempuan berbaju merah dalam video yang viral di media sosial tentang sosok Ujang Sarjana adalah kebohongan.

"Jadi saat dia bilang 'om saya menolak pungli tapi ditangkep polisi', itu jelas kebohongan menurut saya," lanjut dia. 

Baca Juga Satu Tewas dalam Ledakan Toko Bangunan Purwakarta, Polisi Selidiki Penyebab

Sosok Ujang Sarjana

Agustian menyebut Ujang adalah salah satu pedagang yang menolak dipindahkan ke dalam Pasar Bogor dan memilih berjualan di lokasi yang dilarang. 

Ujang juga disebut pedagang yang kerap melakukan perlawanan ketika ada penertiban Satpol PP Kota Bogor. 

"Dia belum begitu lama dagang di situ, cuma kebetulan dia berani. Tiap kali penertiban di sana pasti berantem karena dia provokasi,” ungkap Agustian.

“Ibu-ibu yang mengadu ke Presiden kemarin itu selalu jadi jubirnya, teriak-teriak nanti maju melawan kita. Saya punya dokumentasi kok tapi saya tidak keluarin, karena saya mesti jaga kondusivitas di Kota Bogor," imbuhnya. 

Lebih lanjut Agustian menyebut Ujang adalah preman di Pasar Bogor. Ia juga mengaku mengetahui kiprahnya seperti apa.

"Dia preman di situ, malah pas denger kabar dibilang mereka itu korban pungli makanya saya ketawa sendiri, karena saya tahu sendiri seperti apa kiprah mereka," lanjutnya. 

Baca Juga Pemkab Subang Gencarkan Pengembangan UMKM Inovatif di Era Digital

Kisah Korban Pengeroyokan

Selain Kasatpol PP Kota Bogor, korban pengeroyokan bernama Andriansyah menceritakan apa yang ia alami bersama rekannya yang bernama Agus. 

Andriansyah dan Agus yang saat itu berjualan air mineral dan rokok tiba-tiba didatangi Ujang Sarjana. Saat itu, Ujang mengatakan bahwa keduanya dilarang berjualan di salah satu gang dalam Pasar Baru Bogor. 

Tak menghiraukan larangan Ujang, Andriansyah dan Agus tetap menjajakan dagangannya. Lalu terjadilah adu mulut antara Ujang dengan mereka berdua. Hingga akhirnya Andriansyah dikeroyok enam sampai tujuh orang tidak dikenal, sementara Agus dikeroyok para pedagang lain. 

Baca Juga BP Rebana Gencar Promosikan Peluang Investasi Rebana ke Investor Malaysia
Rekomendasi