Manfaat Vitamin F bagi Kesehatan Tubuh, Bantu Cegah Penyakit Kronis

Vitamin F adalah istilah untuk dua jenis lemak, yaitu asam alfa-linolenat (ALA) dan asam linoleat (LA). Kedua manfaat vitamin F ini sangat penting untuk fungsi tubuh, termasuk aspek otak dan kesehatan jantung.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Manfaat Vitamin F bagi Kesehatan Tubuh, Bantu Cegah Penyakit Kronis
ilustrasi vitamin F. myhealthonly.net

Vitamin adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh agar dapat menjalankan fungsinya. Anda mungkin sudah familiar dengan berbagai vitamin, seperti vitamin A, B, C, atau vitamin D. Tapi, pernahkah Anda mendengar vitamin F?

Vitamin F mungkin memang tidak banyak disebut seperti vitamin lainnya. Vitamin F sebenarnya juga bukanlah vitamin seperti pada umumnya. Vitamin F adalah istilah untuk dua jenis lemak, yaitu asam alfa-linolenat (ALA) dan asam linoleat (LA). Kedua manfaat vitamin F ini sangat penting untuk fungsi tubuh, termasuk aspek otak dan kesehatan jantung.

ALA adalah anggota keluarga lemak omega-3, sedangkan LA milik keluarga omega-6. Sumber umum dari keduanya bisa Anda temukan dalam bentuk minyak nabati, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Melansir dari Healthline, kedua lemak ini ditemukan pada tahun 1920, ketika para ilmuwan menemukan bahwa diet bebas lemak memiliki efek buruk pada tikus. Awalnya, para ilmuwan menduga tikus-tikus itu kekurangan vitamin baru yang mereka sebut vitamin F—kemudian ditemukanlah ALA dan LA.

Berikut ini, kami akan menjelaskan apa saja manfaat vitamin F bagi kesehatan tubuh yang mungkin belum Anda ketahui.

Manfaat Vitamin F

Menurut penelitian, lemak yang membentuk vitamin F – ALA dan LA – mungkin menawarkan beberapa manfaat vitamin F untuk kesehatan. Berikut penjelasan manfaat vitamin F atau kedua jenis lemak tersebut:

Manfaat asam alfa-linolenat

ALA adalah lemak utama dalam keluarga omega-3, yaitu sekelompok lemak yang dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan. Di dalam tubuh, ALA diubah menjadi asam lemak omega-3 lainnya, seperti asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA).

Bersama-sama, ALA, EPA, dan DHA menawarkan banyak manfaat vitamin F yang potensial, seperti:

  • Mengurangi peradangan. Peningkatan asupan lemak omega-3 seperti ALA telah dikaitkan dengan penurunan peradangan pada persendian, saluran pencernaan, paru-paru, dan otak.
  • Meningkatkan kesehatan jantung. Meskipun temuannya beragam, meningkatkan ALA dalam diet Anda dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian, setiap peningkatan 1 gram ALA yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan penurunan 10% risiko penyakit jantung.
  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan. Ibu hamil membutuhkan 1,4 gram ALA per hari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
  • Mendukung kesehatan mental. Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi beberapa bukti menunjukkan bahwa asupan lemak omega-3 secara teratur dapat membantu memperbaiki gejala depresi dan kecemasan.

Manfaat asam linoleat

Asam linoleat (LA) adalah lemak utama dalam keluarga omega-6. Seperti ALA, LA diubah menjadi lemak lain di tubuh Anda. Lemak ini menawarkan banyak manfaat vitamin F untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, terutama bila digunakan sebagai pengganti lemak jenuh yang kurang sehat. Manfaat vitamin F dari asam linoleat ini antara lain adalah:

  • Dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian pada lebih dari 300.000 orang dewasa, mengonsumsi LA sebagai pengganti lemak jenuh dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 21%.
  • Dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Satu studi pada lebih dari 200.000 orang menemukan bahwa LA dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 14% bila dikonsumsi sebagai pengganti lemak jenuh.
  • Dapat meningkatkan kontrol gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan LA dapat membantu kontrol gula darah ketika dikonsumsi sebagai pengganti lemak jenuh

Makanan Sumber Vitamin F

Suplemen vitamin F tidak diperlukan jika Anda telah mengonsumsi berbagai macam makanan yang mengandung ALA dan LA. Meskipun sebagian besar sumber makanan biasanya mengandung keduanya, banyak yang membawa proporsi yang lebih tinggi pada satu lemak daripada yang lain.

Berikut jumlah LA di beberapa sumber makanan umum:

  • minyak kedelai: 7 gram LA per sendok makan (15 ml)
  • minyak zaitun: 10 gram LA per sendok makan (15 ml)
  • minyak jagung: 7 gram LA per sendok makan (15 ml)
  • biji bunga matahari: 11 gram LA per ons (28 gram)
  • pecan: 6 gram LA per ons (28 gram)
  • almond: 3,5 gram LA per ons (28 gram)

Banyak makanan tinggi LA juga mengandung ALA, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Namun, proporsi ALA yang sangat tinggi dapat ditemukan di:

  • minyak biji rami: 7 gram ALA per sendok makan (15 ml)
  • biji rami: 6,5 gram ALA per ons (28 gram)
  • biji chia: 5 gram ALA per ons (28 gram)
  • biji hemp: 3 gram ALA per ons (28 gram)
  • kenari: 2,5 gram ALA per ons (28 gram)

Produk hewani, seperti ikan, telur, dan daging serta produk susu yang diberi makan rumput, menyumbang beberapa ALA dan LA.

Rekomendasi