Sebanyak 114 makam wakaf di kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi Jawa Barat tertimbun ratusan ton tumpukan sampah dari TPA Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (30/9) tak hanya ratusan makam milik keluarga yang tenggelam, melainkan akses jalan menuju lokasi yang semula hijau dipenuhi rumput kini berubah menjadi gunungan sampah hingga sulit diakses.
Menurut keterangan ahli waris, pemilik kesulitan untuk berziarah ke anggota keluarga yang dimakamkan di TPA Sumur Batu, sehingga meminta pemerintah agar jenazah di dalam kuburan tersebut bisa dipindahkan ke lokasi yang lebih layak. Berikut 4 faktanya.
Advertisement
Pemkot Mengaku Sudah Membayar Lahan ke Pemilik Makam
Melansir laman YouTube Liputan6 SCTV, Kamis (30/9), dari informasi yang berhasil dihimpun, Dinas Lingkungan Hidup dari Pemkot Bekasi mengaku sudah membayar area lahan pemakaman yang tertimbun ratusan ton sampah yang menggunung tersebut.
Selain itu, disebutkan jika saat ini di lokasi pemakaman sudah tidak didatangi anggota keluarga untuk melakukan kegiatan ziarah. Sehingga untuk memindahkan jenazah di lokasi perlu dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Jalanan Umum Kota Bekasi.
Atas koordinasi tersebut, nantinya pihak ahli waris bisa mengetahui tata cara pemindahan, termasuk biaya, serta lokasi yang akan dijadikan tempat pemakaman baru keluarganya.
Advertisement
Keluarga Kesulitan Mengidentifikasi Makam
Sementara itu, Bagong Sutoyo (54), selaku salah satu ahli waris mengatakan jika saat ini pihaknya sulit melacak keberadaan makam anggota keluarganya karena sudah tertutup timbunan sampah di lokasi TPU.
Menurut dia, nisan-nisan yang ada di lokasi sudah hilang, akibat tercabut saat terkena alat berat ketika mengatur timbunan sampah.
"Itu beberapa kali makam di sana keurug sampah, nah setelah itu kemudian digaruk kan oleh alat berat dan dari situ nisannya hilang. Kan itu menyedihkan. Saya berharap wali kota bisa membantu pemindahan ini," ungkap Bagong, melansir YouTube Berita Inspira, Kamis (30/9).
Advertisement
Dahulu Dipenuhi Rerumputan Hijau
©2021 Youtube Berita Inspira/ Merdeka.com
Di kesempatan itu, Bagong sempat memperlihatkan kondisi makam saat sebelum tertimbun sampah. Seperti terlihat di foto, kondisi makam di TPA Sumur Batu terlihat tersusun rapi dengan kondisi rerumputan yang masih hijau.
Ia mengungkapkan jika dahulun area tersebut merupakan area tanah kampung seluas 814 meter persegi. Lokasi itu juga berbatasan dengan zona 3 TPA Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Namun karena kondisi sampah yang kian menggunung akibat aktivitas pembuangan tinggi, di tahun 2017 hingga 2018 zona 3 tersebut mulai terkena imbas sampah. Di tahun 2021 ini kondisinya sudah hampir menutupi seluruh area, dengan tidak terlihat lagi batu nisan di TPU Sumur Batu.
Advertisement
Tanggapan Wali Kota Bekasi
Menanggapi hal ini, beberapa waktu lalu Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sempat mengatakan jika jajarannya akan segera memindahkan jenazah yang ada di dalam makam TPU Sumur Batu.
Menurutnya, dinas terkait akan mengerahkan alat berat di lokasi agar jenazah mudah dipindahkan sesuai keinginan warga.
"Nanti akan diinstruksikan petugas bersangkutan untuk memindahkan makam-makam yang ada di sana. Nanti akan ada alat berat juga untuk membantu prosesinya," kata Rahmat beberapa waktu lalu.