Pesawat udara merupakan salah satu kemajuan teknologi yang luar biasa bagi dunia. Melalui pesawat udara, hubungan antara negara di dunia jadi semakin mudah.
Saat ini masyarakat sudah mulai mempertimbangkan memilih menggunakan transportasi udara dari pada transportasi umum lainnya dengan alasan cepat serta faktor keselamatan dan keamanan yang diterapkan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pesawat merupakan transportasi udara yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia saat ini. Di mana setiap orang mampu berpindah dari satu pulau ke pulau lain hanya dengan menghabiskan waktu yang relatif cepat.
Dalam hal ini Amelia Mary Earhart menjadi salah seorang wanita yang dikenal sebagai pelopor penerbangan. Dia lahir pada 24 Juli 1897, namun dinyatakan hilang pada 2 Juli 1937 dan diketahui tewas pada 5 Januari 1939.
Lebih jauh berikut ini informasi mengenai Amelia Earhart, wanita pelopor penerbangan yang lahir 24 Juli 1897 telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.
Advertisement
Biografi Amelia Earhart
Amelia Earhart merupakan sosok penting dalam dunia penerbangan. Ia adalah pilot wanita pertama yang pernah terbang melewati Samudra Atlantik pada 1928. Ia lahir di Kansas pada tanggal 24 Juli 1897. Amelia Earhart pertama kenal aviasi saat Perang Dunia I. Waktu itu, ia bertemu para aviator di RS militer Kanada.
Dilansir situs National Women's History Museum, ketika berusia 25 tahun, Amelia Earhart membeli pesawat bersayap ganda (biplane). Amelia Earhart memecahkan rekor saat terbang hingga 14 ribu kaki.
Sayangnya, pilot muda ini harus menjual pesawatnya karena masalah ekonomi keluarga. Orang tuanya pun bercerai pada 1924.
Petualangan Amelia Earhart sebagai pilot belum berakhir. Rezeki datang padanya di 1928 ketika ia diajak ikut proyek penerbangan transkontinental yang digagas oleh Charles Lindbergh, tokoh penerbangan AS.
Pesawat Amelia Earthart terbang dari Newfoundland di Kanada menuju Wales pada 17 Juni 1928. Amelia yang masih berusia 31 tahun itu langsung menjadi sorotan media. Pencapaian Amelia Earhart sebagai pilot membuka jalan baru bagi perempuan di zamannya. Setahun kemudian, ia membentuk organisasi The Ninety-Nines (The 99s) yang terdiri atas aviator perempuan.
Advertisement
Memiliki Keinginan Keliling Dunia
Kisah Amelia Earhart kemudian berlanjut pada 1937 ketika ia berusaha menjadi perempuan pertama yang ingin berkeliling dunia. Pada 1 Juni, ia terbang dari Miami bersama navigator Fred Noonan.
Sebelum terbang, ia menulis surat kepada suaminya, George P. Putnam, bahwa ia paham risiko yang ia hadapi.
"Mohon memahami bahwa saya sadar risikonya. Saya ingin melakukannya karena saya ingin melakukannya. Perempuan harus berani melakukan berbagai hal seperti yang laki-laki sudah coba. Ketika mereka gagal, kegagalan mereka harus menjadi tantangan bagi yang lainnya," tulis Amelia dalam surat yang terbit dalam buku Last Flight.
Perjalanan Amelia sayangnya tidak berjalan mulus. Ketika berada di Samudera Pasifik, Amelia mengalami kendala dan mengirimkan pesan melalui radio. Sinyal itu lenyap dekat Kepulauan Howland yang berada di tengah samudera. Dua tahun kemudian, Amelia dideklarasi telah meninggal dunia. Banyak monumen Amelia Earhart di seluruh dunia mulai dari Newfoundland hingga di Los Angeles.
Advertisement
Pencapaian Amelia Earhart
Tak hanya terkenal sebagai pilot perempuan pertama, Amelia juga terkenal sebagai pejuang hak-hak wanita dan penulis. Tak heran jika kemudian ia mendapatkan penghargaan Distinguished Flying Cross yang ia dapat karena berhasil terbang menyeberangi samudra atlantik.
Sepanjang hidupnya ia banyak menorehkan rekor dalam dunia penerbangan seperti wanita pertama yang terbang menyeberangi samudra atlantik, rekor kecepatan 100 km, rekor pertama menerbangkan otogiro dan masih banyak lainnya.
Sementara sebagai seorang penulis Amelia juga banyak menulis artikel majalah, kolom koran, esai dan dua buku yang diterbitkan berdasarkan pengalamannya sebagai penerbang. Ia juga sempat bekerja sebagai editor penerbangan majalah Cosmopolitan dari tahun 1928-1930.