Semburan Lumpur di Cirebon Jadi Wisata Dadakan, Begini Tanggapan Kapolsek Dukupuntang

Lokasi semburan lumpur bercampur gas di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon kini dipadati warga dari luar desa. Warga yang berdatangan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Semburan Lumpur di Cirebon Jadi Wisata Dadakan, Begini Tanggapan Kapolsek Dukupuntang
Semburan lumpur di Dukupuntang Cirebon. ©2021 Liputan6/ Merdeka.com

Lokasi semburan lumpur bercampur gas di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon kini dipadati warga dari luar desa. Warga yang berdatangan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Cirebon, Nunik (37) mengatakan jika dirinya penasaran dengan semburan lumpur dan ingin melihatnya secara langsung.

"Penasaran juga karena viral di media sosial banyak," terangnya di lokasi, pada Sabtu (5/6/2021) lalu, dilansir dari Liputan6

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Dukupuntang Kabupaten Cirebon Iptu Affandi mengatakan jika kedatangan warga di area semburan lumpur sangat berbahaya. Oleh sebab itu, Affandi akan menindak tegas dan mengantisipasi kedatangan warga.

Memasang Papan Imbauan

Affandi mengatakan, salah satu tindakan yang dilakukan adalah memasang imbauan agar masyarakat tidak terus berdatangan. Dirinya meminta masyarakat yang berkunjung untuk menjauhi titik semburan lumpur dan tetap berhati-hati. Mengingat aroma gas belerang di sekitar semburan sangat menyengat, dan berbahaya bagi manusia.

"Iya kami harus antisipasi karena berita semburan lumpur ini viral di media sosial," ujarnya.

Hewan di Area Semburan Mati

Sementara itu, PLT Kasi Penambangan dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Arip Budiman menyatakan semburan tersebut dipastikan berbahaya bagi manusia.

Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil observasi di titik semburan. Aroma mirip minyak tanah tercium amat menyengat. Selain itu, ada pula hewan-hewan di sekitar lokasi yang ditemukan mati akibat terpapar semburan lumpur bercampur gas tersebut.

"Tadi kita sudah lakukan pemantauan dimana ada burung, jangkrik dan ikan yang mati akibat semburan. Diharap warga waspada dan kami imbau jangan mendekat," imbuhnya.

Miliki Suhu hingga 50 Derajat Selsius

Ia menambahkan jika kondisi suhu air dan batu di sekitar lokasi mengalami peningkatan, termasuk di titik semburan yang mencapai hingga 50 derajat celsius. Saat ini, sampel lumpur akan dibawa ke laboratorium untuk mengetahui kandungan pastinya.

“Kita sudah lakukan pengambilan bahan-bahan yang akan di bawa ke laboratorium untuk mengetahui pasti kandungannya, suhu di semburan itu aja 50 derajat,” ungkapnya.

Bukan kali pertama, semburan lumpur bercampur gas diketahui sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Dulu, area itu merupakan pabrik kalsit pasta gigi. Menurut tokoh sekitar, dulu semburan lumpur hanya berupa letupan kecil. Tapi, lama kelamaan berubah menjadi besar dan mengeluarkan aroma menyengat seperti sekarang.

Rekomendasi