Kerap Dianggap Tak Baik, Ini Saran Dokter UI Jika Ingin Santap Nasi Goreng saat Sahur

Sebagai makanan dengan kandungan lemak tinggi, proses memasak nasi goreng bisa dilakukan dengan mengurangi komposisi minyak. Dengan mengurangi kadar minyak, kandungan lemak di menu tersebut bisa berkurang dan tubuh pun bisa menerimanya dengan aman.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kerap Dianggap Tak Baik, Ini Saran Dokter UI Jika Ingin Santap Nasi Goreng saat Sahur
Ilustrasi nasi goreng. ©Pixabay/Rierosa222

Nasi goreng merupakan menu favorit yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Bahannya yang terhitung lengkap, dengan cita rasa nikmat menjadikan makanan yang cocok disantap saat hangat tersebut selalu jadi buruan termasuk saat Ramadan.

Namun tahukah Anda bahwa nasi goreng ternyata tidak baik disantap saat sahur? Hal tersebut diketahui akan menimbulkan gangguan pencernaan, karena nasi goreng menyimpan karbohidrat kompleks serta lemak yang cukup tinggi.

“Makanan yang digoreng, terlalu pedas dan daging olahan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan jenis makanan ini juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan,” kata pakar diet dari Aster Hospitals UAE, Janani Satchithanantham seperti dilansir merdeka.com dari sariagri.id pada Selasa (04/05).

Lantas bagaimana jika ingin tetap menyantap nasi goreng saat sahur dengan dampak yang minimal? Berikut tipsnya dari Dokter Gizi, Universitas Indonesia.

Kurangi Lemak dengan Gunakan Sedikit Minyak Goreng

Menurut Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Cindiawaty J Pudjiadi dalam keterangan tertulisnya menyebut jika kita masih dapat mengonsumsi nasi goreng dengan aman melalui beberapa trik.

Sebagai makanan dengan kandungan lemak tinggi, proses memasak nasi goreng bisa dilakukan dengan mengurangi komposisi minyak.

Ia mengatakan, saat kandungan minyak dikurangi dalam proses memasak, kadar lemak di menu tersebut bisa berkurang, dan tubuh pun bisa menerimanya dengan aman.

"Ada triknya. Misalnya kita tidak mau lemak berlebihan, minyaknya sedikit saja. Nasi goreng itu bisa dikreasikan bagaimanapun juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Tetap bisa dalam bentuk nasi goreng, mau sahur mau buka (puasa)," ujarnya. 

Nasi Goreng Bisa Ditambah Sumber Protein Kompleks

Cindi juga menjelaskan bahwa nasi goreng merupakan makanan yang mudah dikreasi, sehingga bisa meminimalisir dampak buruk yang diterima tubuh saat puasa.

Ia turut menyarankan agar makanan khas masyarakat Indonesia itu bisa dilengkapi dengan sumber protein nabati dan hewani seperti daging ayam, telur, daging sapi, ikan hingga kacang polong.

Selain itu sayuran juga bisa menjadi pilihan untuk bahan pelengkap yang sehat.

"Sekali masak praktis cepat dan komplet. Supaya lengkap ditambah sayur, lalu ditutup dengan buah. Menu nasi porsinya sesuai kebutuhan tubuh, kalau kamu gemuk lebih sedikit. Protein wajib, kadang pasien saja pagi-pagi harus makan dua porsi protein jadi 80-100 gram, pas buka 120 gram, tetapi bisa tetap turun (berat badannya)," kata Cindy.

Namun ia juga memperingatkan bagi penggemar nasi goreng yang memiliki gangguan maag (gerd) untuk tidak menggunakan sayuran tinggi gas seperti kol.

Ditutup dengan Makan Buah

Kemudian setelah makan nasi goreng di waktu sahur, kita bisa mengonsumsi sejumlah buah-buahan dengan kadar air yang tinggi.

Cindi pun menyarankan buah yang baik untuk menekan dampak hidrasi yang kemungkinan dialami tubuh saat puasa, yakni semangka dan melon.

Kedua buah tropis tersebut dikenal mengandung air yang tinggi, sehingga akan mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Rekomendasi