Tembok Berlin merupakan simbol Perang Dingin yang paling populer dalam sejarah dunia. Perang Dingin dimulai pada tahun 1947 sampai 1991 yang merupakan sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat dan sekutunya Uni Soviet. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang mulai dari koalisi militer, ideologi, psikologi, industri, pengembangan teknologi, pertahanan, perlombaan nuklir dan persenjataan serta banyak lainnya.
Salah satu dampak dari Perang Dingin adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian, yaitu Jerman bagian barat dan timur, yang dapat dikenal sebagai Republik Federasi Jerman dan Republik Demokrasi Jerman yang dipisahkan oleh Tembok Berlin. Persaingan ini merambah ke seluruh dunia dan saling membentuk aliansi dengan berbagai negara.
Namun pada 29 April 1990, Tembok Berlin mulai dihancurkan secara keseluruhan setelah sebelumnya sudah mulai dihancurkan sejak 9 November 1989. Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Berikut informasi lengkap mengenai peristiwa 29 April 1990, Tembok Berlin mulai dihancurkan secara keseluruhan telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan lib.ui.ac.id pada Rabu, (28/04/2021).
Advertisement
Runtuhnya Jerman Timur
Runtuhnya Jerman Timur merupakan peristiwa sejarah yang tidak mungkin dilupakan, tak hanya bagi warga Jerman, akan tetapi juga bagi warga seluruh dunia. Peristiwa ini sekaligus menandai adanya babak baru bagi negara Jerman.
Setelah lebih dari 40 tahun sebagai negara yang dipisahkan oleh Tembok Berlin menjadi dua negara Jerman, yakni Jerman Barat yang Pro-Barat yang berideologi liberalis-kapitalis dan Jerman Timur yang berkiblat pada Uni Soviet dan berideologi sosialis. Dua negara yang sudah berpisah selama empat puluhan tahun tersebut menjadi bersatu kembali atas dorongan yang luar baisa dari warga yang berada di Jerman Timur.
Oleh karena itu, bersatunya kembali kedua negara Jerman itu merupakan kebanggaan tersendiri warganya. Hal itu didasari oleh kenyataan tidak adanya intervensi atau bantuan negara asing dalam rangka penyatuan kembali atau juga dikenal dengan istilah reunifikasi.
Advertisement
Proses Penghancuran Tembok Berlin Secara Keseluruhan
Tembok Berlin, pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur dihancurkan pada 29 April 1990. Sebenarnya, penghancuran tembok Berlin sudah dimulai sejak 9 November 1989, tetapi saat itu tembok ini tidak langsung dihancurkan keseluruhan.
Rezim Jerman Timur kembali mengumumkan bahwa mereka akan membuka 10 pintu perbatasan baru, termasuk di beberapa tempat bersejarah seperti Potsdamer Platz, Glienicker Brücke, dan Bernauer Straße.
Massa dari 2 sisi menunggu berjam-jam, bersorak-sorai ketika buldoser menghancurkan tembok ini. Pintu perbatasan baru terus dibuka sepanjang tahun 1990, termasuk di Gerbang Brandenburg tanggal 22 Desember 1989.
Runtuhnya Tembok Berlin disimbolkan sebagai reunifikasi yang dialami Republik Demokrasi Jerman dengan Republik Federasi Jerman, yang disebut juga sebagai Deutsche Wiedervereinigung. Walaupun biasanya disebut sebagai istilah 'penyatuan kembali' hal ini sebenarnya merupakan suatu 'penyatuan' bagi negara Jerman kepada suatu entitas yang lebih besar, yang tidak pernah ada di sejarah Jerman. Masyarakat Jerman sendiri pun lebih menyetujui untuk menyebutnya sebagai die Wende, yang artinya, 'berakhirnya pemisahan".
Runtuhnya komunisme di Jerman bagian timur sehingga pemerintah Republik Demokrasi Jerman menjadi lemah, sehingga masyarakat Republik Demokrasi Jerman sepakat untuk bergabung menjadi saudara kembali, akhirnya reunifikasi di Jerman dapat diwujudkan, Reunifikasi sendiri diatur dalam Perjanjian Dua Tambah Empat.