Dikira Lubang Ular, Warga Bondowoso Ini Temukan Goa Harta Karun Saat Gali Saluran Air

Baru-baru ini masyarakat di Dusun Kecik RT 11 RW 6, Desa Lojajar, Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sebuah ruangan yang diduga berisi harta karun. Ruangan bawah tanah ini ditemukan pertama kali oleh warga setempat bernama Wasit (43).

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Dikira Lubang Ular, Warga Bondowoso Ini Temukan Goa Harta Karun Saat Gali Saluran Air
Penemuan harta karun di Bondowoso. ©2021 Kanal Youtube Glory Garuda/Merdeka.com

Baru-baru ini masyarakat di Dusun Kecik RT 11 RW 6, Desa Lojajar, Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sebuah ruangan yang diduga berisi harta karun. Ruangan bawah tanah ini ditemukan pertama kali oleh warga setempat bernama Wasit (43).

Menurut pengakuannya, barang yang diduga berharga tersebut ditemukan saat menggali saluran air di dekat rumahnya pada Senin (12/4) lalu, pada pukul 11.00 WIB.

Saat itu dirinya terkejut, begitu mendapati sebuah lubang mirip gua dengan diameter 8 cm. Berbekal rasa ingin tahu, Wasit mencoba mengintip ke dalam lubang tersebut dengan menggunakan lampu senter.

“Awalnya kan mau buat saluran air, ternyata ada lubang besar. Saya sempat curiga itu lubang ular, tapi saya coba masuki,” ujar Wasit, seperti dilansir dari kanal Youtube Glory Garuda.

Disebutkan jika harta karun tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Lantas apakah benar kabar tersebut? Berikut informasinya.

Ditemukan Keris hingga Tengkorak Manusia

Berdasarkan pengakuannya, lubang tersebut merupakan sebuah gua dengan ukuran yang cukup besar. Lubang tersebut disebut bisa menampung hingga enam orang dengan kondisi membungkuk. Awalnya lubang tersebut tertutup batu besar, berbentuk kotak.

Di dalam gua tersebut, Wasit menemukan sejumlah harta karun seperti manik-manik, keris, tombak, gerabah hingga tengkorak manusia.

“Saya waktu itu masuk ke gua dan menyingkirkan batu besar tersebut. Kemudian terdapat sebuah ruangan dengan ukuran cukup besar yang bisa menampung sampai enam orang. Saya di situ menemukan keris, tombak, geranah, manik-manik dan tulang di dalam gua. Kerisnya sendiri patah dan tulang-tulangnya hancur,” jelasnya.

Peninggalan Zaman Megalitikum

Ditemukannya harta karun di dalam gua tersebut dibenarkan oleh Hery Kusdarijanto, Kasi Sejarah Purbakala Dikbud Bondowoso. Menurut Hery benda-benda tersebut merupakan peninggalan masa megalitikum.

Hal tersebut didukung bentuk pintu gua berjenis kubur bilik, di mana lokasinya berada di area tebing desa tersebut.

“Dari hasil temuan di lapangan, isinya sendiri terdapat sebuah manik-manik yang berjumlah sekitar 33, kemudian ada gerabah, serta sejumlah alat-alat dari besi,” ujarnya.

Diduga tengkorak yang ditemukan merupakan bagian dari tubuh jenazah yang ikut menguburkan hartanya saat meninggal di masa lampau.

Terkait temuan tersebut, Hery menjelaskan, berdasarkan kesepakatan, barang temuan akan disimpan oleh Wasit dengan pengawasan setiap bulannya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso.

Rekomendasi